Banten

SMK Bina Am Mamur Gandeng 50 Perusahaan

Administrator | Jumat, 29 April 2016

CIKUPA - Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang di era reformasi saat ini. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Am Ma'mur Kampung Cerewed Desa Sukadamai Kecamatan Cikupa, menggelar seminar teknologi informasi oleh dunia usaha dan dunia industri.

50 perusahaan yang bernaung di APJATEL diantaranya perusahaan Microsoft, Adobe, Apjatel, B-one, FRIBEESDE, Tekno Edukatama Centre, Skyline, dengan tujuan bisa membuka peluang menyerap tenaga kerja. Nantinya alumni atau lulusan SMK Bina Am Ma'mur bisa bekerja di 50 perusahaan tersebut.

Dalam cara seminar teknologi informasi ini, SMK Bina Am Ma'mur juga menandatangani kerjasama dengan Asosiasi Penyelenggara jasa telekomunikasi (APJATEL) tentang program pelatihan tenaga pendidik dan siswa. Dari ratusan SMK di Indonesia hanya ada 25 SMK yang menjadi fokus APJATEL dalam program pembinaan untuk berkompetensi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Kepala SMK Bina Am Ma'mur Tabrani mengatakan untuk menghadapi persaingan global di era keterbukaan informasi teknologi ini, siswa dan siswi SMK Bina Am Ma'mur dituntut untuk bisa menciptakan dan mewujudkan alumni yang bisa menjadi tenaga siap pakai. Apalagi di SMK Bina Am Ma'mur ini ada dua jurusan yang menjadi pavorit siswa.

Diantaranya adalah Jurusan Broad Casting multimedia dan jurusan Tekhnik Komputer Jaringan (TKJ), maka tindak lanjut Tabrani jika 50 perusahaan nasional berbasis teknologi bermitra dengan SMK Bina Am Ma'mur.

“Kami sangat menyambut baik adanya kerjasama dengan 50 perusahaan swasta nasional berbasi teknologi informasi. Karena tidak semua sekolah di Kabupaten Tangerang bisa bermitra dengan perusahaan IT," ujarnya.

Sementara perwakilan PT Skyline Doni Aldrin mengatakan kehadiran
Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (APJATEL) di SMK Bina Am ma'mur merupakan salah satu bagian dari kepedulian terhadap dunia pendidikan, menurutnya program ini selaras dengan program Pemerintahan Jokowi melalui program Pita lebar 2019. Melalui program pita lebar ini diharapkan di Indonesia 70 persen warganya bisa terhubung dengan jaringan telekomunikasi dan informasi.

"Di Indonesia ada 25 sekolah yang sudah bekerjasama dengan APJATEL dengan harapan siswa dan tenaga pendidiknya bisa memiliki kompetensi, nantinya setelah diberikan pembekalan akan diberikan sertifikasi," ujarnya. (day)