Banten

Pelayanan KTP Tak Kunjung Kelar Warga Ngamuk di Kantor Kecamatan

Administrator | Minggu, 16 Juni 2019

RAJEG - Akibat keterbatasan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), sebanyak 1.000 berkas permohonan pembuatan KTP milik warga menumpuk di Kantor Kecamatan Rajeg hingga berbulan-bulan lamanya. Kondisi ini membuat warga kecewa, bahkan ada yang mengamuk karena menunggu terlalu lama. Sementara kebutuhan penggunaan KTP-el sudah sangat mendesak.

Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Rajeg, Endang Mulyawan mengungkapkan, ada warga yang kecewa sampai mengamuk di loket pelayanan Kecamatan Rajeg, terkait lamanya proses cetak blanko KTP-el. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengenai pencetakan KTP, karena untuk pencetakannya harus menyesuaikan dengan ketersedian blanko yang ada. Meski kecamatan memang diberi kewenangan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2016, Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Masyarakat ngamuk-ngamuk tiap hari datang ke Kecamatan Rajeg, karena kebetulan Rajeg menjadi lokus pembuatan KTP dari Kecamatan Pasar Kemis dan Sindang Jaya. Semua urusannya macem-macem, ada yang mau ke rumah sakit, urusan motor, buka rekening, serta yang mau mengirim uang. Semua tidak bisa terealisasi tetapi saya mau ngomong apa, karena kuota ketersediaan blanko yang diserahkan kepada kecamatan ya kewenangan pusat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2019).

Endang juga menyampaikan, ada 1.000 tumpukan berkas pengajuan KTP yang masuk sebelum Pemilu hingga saat ini. Dia juga mengatakan, saat ini ada penurunan pelayan administrasi terhadap masyarakat, karena awalnya blanko tersedia di Rajeg mencapai 100 tetapi kemudian berkurang menjadi 50 dan berkurang lagi hingga 30 blanko.

“Tumpukan berkas saat ini ada 1.000 berkas milik warga yang mengajukan pembuatan KTP. Itupun saya stop agar tidak terjadi penumpukan terlalu banyak. Kasian kan sama warga yang jauh-jauh datang tetapi tidak ada hasilnya. Kalau tidak disetop mungkin bisa lebih dari 1.000. Padahal wajib KTP di Rajeg tahun 2019 ini mencapai 119.000, namun yang sudah terealisasikan baru 47.000 saja,“ bebernya.

Endang berharap kedepannya pelayanan administrasi menjadi lebih baik lagi, sehingga masyarakat tidak terlalu lama untuk mengantre dalam pengurusan data diri dan lainnya. “Saya berharap di semester 2 tahun 2019 ini, tentunya setelah kemarin ajang Pilpres, ya tentunya ada tatanan atau tata kelola pemerintah yang lebih bagus dari pusat yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya kecamatan. Karena kita ini kan basisnya dekat dengan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang mengajukan permohonan KTP-el, warga Kampung Cikurus RT 05/ RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Usman Muin mengaku sudah sangat lama mengajukan berkas untuk pembuatan KTP. Namun sampai saat ini masih belum jadi. Padahal, mekanisme yang dia tahu, bahwa saat berkas masuk maka dalam tiga hari kemudian KTP-el langsung dicetak.

“Mungkin sudah ada dua bulan saya mengajukan untuk membuat KTP, namun sampai saat ini masih belum jadi dengan alasan blanko tidak tersedia. Padahal KTP itu sangat penting untuk mengurus segala sesuatunya, mana sekarang dikit-dikit harus pakai KTP, tapi pembuatannya malah lama,” keluh Usman saat ditemui di Kantor Kecamatan Rajeg. (SML)