Banten

APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2022 Defisit Rp 300 Miliar

Administrator | Rabu, 10 November 2021

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat menghadiri rapat paripurna penyampaian penjelasan Bupati terhadap APBD 2022.

TIGARAKSA, (JT) - Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang kembali menggelar rapat paripurna, Senin (8/11/2021). Rapat paripurna kali ini dengan agenda mendengarkan penyampaian penjelasan Bupati Terhadap Nota Keuangan APBD 2022.

Dalam kesempatan ini Bupati Tangerang Zaki Iskandar menjelaskan, Rancangan APBD Kabupaten Tangerang Thaun 2022 yakni sebesar Rp 5,40 triliun atau turun sebesar Rp 332 miliar rupiah atau 5,79 persen dari target APBD Perubahan Tahun 2021 sebesar Rp 5,73 triliun.

Sementara pada sektor belanja, sebagaimana diketahui dalam KUA Tahun 2022 dialokasikan sebesar Rp 5,7 triliun atau turun Rp 567,82 miliar atau sekitar 9,05 persen dari APBD Perubahan Tahun 2021 yang mencapai Rp 6.27 triliun. 

"Sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat, kami masih tetap memprioritaskan pada pelayanan dasar urusan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Selain itu penanganan Covid-19 tetap menjadi pertimbangan dalam kebijakan anggaran yang menyesuaikan dengan kemampuan daerah," ungkap Bupati Zaki.   

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Adi Tiya Wijaya mengungkapkan, setelah penyampaian penjelasan Bupati atas RAPBD 2022 ini, DPRD akan melakukan pembahasan. Dimana dalam pembahasan KUA PPAS sebelumnya, difisit anggaran sebesar Rp 300 miliar ini akan ditutup dari Sisa Lebih Perht Anggaran (SILPA) Tahun 2021.

"Defisit anggaran ini akan ditutup dari estimasi SILPA Tahun 2022 sebesar Rp 300 miliar," ujar politisi asal Partai Demokrat ini.

Menurut Adit panggilan akrab Adi Tiya Wijaya, defisit anggaran ini terjadi akibat memelemahnya sistem perekonomian di wilayah Kabupaten Tangerang, akibat pandemi Covid-19. Kabupaten Tangerang sendiri masih tergolong aman, karena defit anggaran dapat ditutupi dari SILPA tahun sebelumnya. 

"Kalau saya melihat ini terjadi penurunan angka defisit, dibanding tahun tahun ini. Karena tahun 2020 kemarin, efek pandemi Covid-19 sangat berimbas kepada perubahan anggaran yang cukup besar," terangnya. 

Adit berharap pandemi covid-19 ini dapat segera berakhir, sehingga perekonomian juga bisa kembali normal yang tentu akan berimbas pada kenaikan anggaran pembangunan. (PUT)