Banten

Angkot Biang Kemacetan di Depan PT Cingluh

Administrator | Rabu, 04 Mei 2016

CIKUPA - Kemacetan lalu lintas di jalan Raya Serang KM 16 Desa Talaga Kecamatan Cikupa hampir terjadi setiap hari. Apalagi menjelang pagi dan sore hari, saat jam kepulangan kerja karyawan PT Cingluh, kemacetan lalu lintas mencapai beberapa kilometer.

Penyebab kemacetan yang menghantui pengendara motor baik roda dua maupun roda empat adalah karena angkutan umum. Para sopir angkutan umum ini setiap harinya bebas ngetem atau mangkal untuk menunggu muatan di jalan raya nasional tersebut, terutama pada saat jam masuk dan keluar karyawan.

Camat Cikupa Hendar Heriawan mengatakan, kemacetan arus lalu lintas di Jalan Raya Serang tepatnya di depan PT Cingluh dikeluhkan semua pengguna jalan. Satlantas sudah berupaya menanggulangi kemacetan namun tetap saja sopir angkot yang menaikan dan menurunkan penumpang membandel. Akibatnya kemacetan tidak teratasi setiap harinya.

"Upaya sudah dilakukan dengan memasang median jalan atau pembatas bariel di tengah jalan. Nmun belum juga membuahkan hasil. Saya minta kesadaran kepada angkot untuk tidak berhenti sembarangann," ujarnya.

Mantan Camat Panongan ini berharap kepada perusahaan PT Cingluh untuk membuat aturan berupa sanksi tegas kepada karyawan agar tidak meyetop atau naik angkot di persimpangan. Pemberlakuan sanksi tegas ini sama halanya seperti Managemen PT Torabika. Aturan ini dibuat untuk meminimalisir kemacetan lalulintas.

"Kalau perusahaan tidak menyediakan bus antar jemput karyawan, paling tidak perusahaan membuat aturan yang melarang karyawan menyetop angkot di persimpangan, kalau membandel yah karyawan harus diberikan sanksi berupa surat peringatan," tambahnya. (day)