Nasional

Anggota MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar ke Lintas Masyarakat

Administrator | Senin, 28 September 2020

Anggota MPR RI St Ananta Wahana saat mensosialisaiskan empat pilar di padepokan Karang Tumaritis, Bonang, Kelapa Dua.

KELAPA DUA, (JT) - Puluhan masyarakat berbagai lintas kelompok dan golongan mengikuti kegiatan sosialisasi Empat Pilar oleh Anggota MPR RI dari Dapil Banten III, St. Ananta Wahana. Acara ini digelar di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kampung Babakan, Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (26/9/2020).

Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara; UUD tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta ketetapan MPR; NKRI sebagai bentuk Negara; dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, disosialisasikan oleh narasumber Ito Prajna Nugraha.

Anggota MPR RI dari Dapil Banten III, St. Ananta Wahana menjelaskan, ia sengaja mengundang masyarakat dari berbagai lintas dan golongan dalam kegiatan tersebut. Bukan tanpa alasan, karena mereka adalah konstituen yang kerap menggunakan fasilitas dan program pemerintah yang dia perjuangkan. Sehingga sebagai anggota MPR RI dia berkewajiban untuk memberikan sosialisai tentang Pancasila sebagai idelogi bangsa.

"Makanya, ketika merek menikmati program pemerintah, saya juga punya tanggung jawab moral memberikan sosialisasi Pancasila supaya secara idelogi hati dan pikiran mereka ini paham tentang arti Pancasila, pentingnya dasar negara, kerukunan, kemudian toleransi dan lain sebagainya," ujar St. Ananta Wahana.

Peserta yang hadir dalam sosialisasi ini yakni dari kelompok UMKM, kelompok pondok pesantren, pura, vihara, gereja, seniman dan budayawan, serta kelompok karang taruna.

Penulis buku "Melawan Korupsi di Banten" yang terbit Januari 2014 lalu ini juga mengungkapkan, sosialisasi Empat Pilar juga sebagai sarana untuk mengaktualisasi nilai-nilai ideologi yang terkandung dalam Empat Pilar tersebut.

Narasumber Ito Prajna Nugraha memaparkan, kehidupan berbangsa dalam level basis sosial saat ini sudah mengalami pergeseran yang mengarah pada persoalan intoleransi.

“Empat pilar yang dimaksud yakni Pancasila yang merupakan pondasi hidup kita sebagai ideologi bernegara, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai dasar konstitusi bernegara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara berdaulat, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai filosofi keberagaman,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau physical distancing. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. (PUT)