Banten

P2TP2A Kota Tangsel Berikan Trauma Healing Terhadap Korban KDRT

Administrator | Senin, 21 November 2022

CIPUTAT, (JT) - Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan, telah memberikan pendampingan psikologis terhadap Karyati (44) dan dua orang anaknya EZ dan TA yang menjadi korban penganiayaan oleh suami sirinya Tarmin (43) di Kampung Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. 

"Tadi pemeriksaan Psikologi korban dan kedua anaknya," jelas Tri Purwanto, Kepala UPT P2TP2A Kota Tangsel, dikonfirmasi, Jumat (18/11/2022).

Dari pertemuan tersebut, Tri menerangkan bahwa Karyati, masih mengalami trauma atas perbuatan suaminya itu. Namun, dipastikan kondisi korban dan dua anaknya tersebut telah lebih baik dari sebelumnya. 

"Kondisi terakhir berangsur-angsur pulih. Kemarin juga sudah ke RSUD Pamulang bareng Polsek untuk pmeriksaan kesehatan," jelas dia. 

Tri menegaskan, bahwa sesuai tugas pokok dan fungsi, P2TP2A Kota Tangsel, memastikan akan terus mendampingi para korban mulai dari proses penyembuhan trauma dan pendampingan hukum terhadap para korban. 

"Kita sesuai Tupoksi kita ialah pendampingan korban untuk proses hukumnya yang sedang berlangsung dan memberikan layanan trauma healing bagi korban dan kedua anaknya," tegas dia.

Sebelumnya, Iptu Margana, Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Polres Tangerang Selatan, menegaskan adanya bukti visum dan luka-luka yang dialami korban Karyati, atas tindakan penganiayaan yang dilakukan suaminya Tarmin pada Jumat 11 November 2022 sore lalu. 

Luka yang dialami korban diantaranya dibagian mulut, telinga belakang, pipi sebalah kiri dan leher. (HAN)