HUKRIM

Wartawan Tangerang Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dufi

Administrator | Kamis, 22 November 2018

Sejumlah wartawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Metro Tangerang, Rabu (21/11/2018)

TANGERANG - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Solidaritas Wartawan Tangerang Raya menggelar aksi damai di depan Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (21/11/2018). Para awak media tersebut meminta polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi. 

Koordinator Aksi, Andi Lala yang juga Ketua Forwat mengatakan, aksi damai ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada aparat kepolisian guna mengusut kasus pembunuhan yang menimpa salah satu wartawan. 

"Kami mengapresiasi aparat kepolisian yang bertindak cepat menangkap pelaku. Tapi kami meminta pelaku dihukum seberat beratnya dan motif pembunuhan ini dapat diusut tuntas," ujar Andi dalam orasinya. 

terdiri dari berbagai lembaga diantaranya, Forum Wartawan Tangerang (Forwat), PWI Kota Tangerang dan Jurnalis Tangerang Raya (JTR).

Andi berharap, Kapolres Metro Tangerang dapat menyampaikan tuntutan para awak media ini kepada Kapolres Bogor. Tak hanya itu, pengunjuk rasa ini mengecam segala bentuk intimidasi dan tindakan kekerasan kepada wartawan, khususnya di wilayah Tangerang Raya.

Untuk diketahui, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi merupakan salah seorang wartawan yang tewas dibunuh dan mayatnya ditemukan tong plastik di Kawasan Industri Kembang Kuning, Desa Narogong, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11/2018) lalu. 

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol, Harry Kurniawan yang menemui massa aksi, menegaskan,pihaknya tetap bekerja profesional dalam mengungkap kasus kejahatan. Saat ini, ada dua kasus yang menyita publik yang ditangani Polda Metro Jaya. Salah satunya kasus pembunuhan Dufi.

"Pak Kapolda mengapresiasi aparat kepolisan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat yang dengan cepat menangkap pelaku pembunuhan Dufi. Kasus ini sekarang ditanggani Polres Bogor," terang Kapolres Metro Tangerang.

Usai menyampaikan aspirasinya, para pengunjuk rasa meletakan tanda penggenal dan tabur bunga sebagai simbol duka cita. Sebelum membubarkan diri para pencari berita itu menggelar doa bersama untuk alm Dufi. (EPS)