Banten

Wakil Walikota Hadiri Manasik Haji IGRA se-Kota Tangerang

Administrator | Sabtu, 06 Oktober 2018

Wakil Walikota Tangerang Sachrudin saat memukul bedug pada pelatihan manasik haji tingkat IGRA

TANGERANG - Setelah kemarin IGTK Se-Kota Tangerang, kini giliran IGRA Se-Kota Tangerang yang menyelenggarakan Pelatihan dan Pendidikan Manasik Haji di Masjid Raya Al-A'zhom, Sabtu (06/10/2018).

Wakil Walikota H. Sachrudin yang hadir, membuka acara secara simbolis dengan menabuh bedug. Dalam sambutannya Sachrudin mengatakan manasik ini bertujuan untuk menanamkan ketaqwaan dan keimanan kepada anak-anak sejak dini.

"Manasik ini sebagai pembelajaran untuk anak-anak kita, bahwa iman dan taqwa timbul dari dalam diri kita sejak kecil," ujar Wakil Walikota.

Sachrudin juga berpesan kepada orang tua untuk memperhartikan pendidikan anak termasuk dengan mengikuti manasik haji, sehingga anak mengetahui rukun Islam yang diajarkan.

"Semoga abis ini orang tuanya yang naik haji," doanya.

Sachrudin juga menilai pelatihan dan pendidikan manasik haji sangat bermanfaat bukan hanya untuk peserta didik saja, tetapi juga untuk guru dan orang tua. Karena kegiatan ini harus terus dilakukan sehingga karakter anak terbentuk.

"Justru anak kita harus bisa jadi contoh buat anak lain, buat para orang tua juga jangan sampai anak kita kena pengaruh negatif," pesannya.

Ninin Nuraini Shodiq selaku Ketua IGRA Kota Tangerang mengampaikan, dengan mengusung tema "Menanamkan Rasa Keimanan dan Ketaqwaan Sejak Dini Menuju Generasi Islami yang Berakhlakul Karimah", terangnya seraya mengharapkan melalui manasik haji ini bisa melahirkan generasi penerus Kota Tangerang yang mampu menjadi tumpuan bangsa dan agama.

"Anak-anak IGRA Kota Tangerang tak hanya sabar, tapi kuat jasmani dan rohaninya. Dan mereka saat besar nanti termotivasi untuk menunaikan ibadah haji ke Kota Mekkah," tukasnya.

Kegiatan manasik ini diawali dengan peragaan wukuf, melontar jumroh, thawaf, sa'i, dan tahallul. Dalam pelatihan ini anak-anak hanya didampingi oleh guru pendamping, tanpa orang tuanya. Wali murid tidak diperbolehkan memasuki area manasik, guna menciptakan kekhusyuan dan membangun kemandirian anak-anak. (FEB)