Banten

Tangani Masalah Sanitasi Warga Pemkot Tangerang Rencanakan Bangun IPAL Komunal

Administrator | Selasa, 07 November 2017

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, terus melakukan inovasi dan terobosan untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya. Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Tangerang, akhir tahun ini, akan segera dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Hal ini  merupakan komitmen pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan sanitasi warga serta menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dan selaras dengan konsep Tangerang LIVE.

Kepala Dinas Perkim Kota Tangerang, Dafiyar Eliadi mengatakan, konsep IPAL komunal ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah permukiman perkotaan, seperti di Kota Tangerang. “Untuk percontohan kami (Dinas Perkim, red) berencana akan membangun di wilayah Cimone sebagai daerah percontohan. Kalau hasilnya bagus, IPAL komunal ini akan diterapkan diseluruh wilayah Kota Tangerang,” tandasnya.
Dijelaskan Dafyar, sebuah kota pasti memerlukan air bersih dalam jumlah cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Air bersih yang terpakai itu katanya, akan terbuang menjadi air limbah. Air limbah ini akan berdampak buruk jika langsung dibuang, tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu. “Oleh karena itu, untuk menangani masalah tersebut, di sebuah kota diperlukan sistem penyaluran air limbah dan instalasi pengolahan limbah, agar tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Hal ini yang manjadi dasar dibangunnya IPAL komunal,” jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala Bidang Air Minum Air Limbah (AMAL) Disperkim Kota Tangerang, Purnawan, Kota Tangerang saat ini memiliki sistem Kolam okasidasi yang terdapat di Perumnas Karawaci I. Kolam ini melayani sebanyak 7.392 sambungan rumah atau 30. 617 jiwa penduduk yang setara dengan 1,94 persen dari total jumlah warga Kota Tangerang. “Penyalurannya menggunakan sistem perpipaan terpisah dan pengaliran secara gravitasi,” jelasnya.

Menurut Purnawan, IPLT yang berada di Karawaci tersebut, perlu direvitalisasi karena umurnya yang sudah tua. Pasalnya pengolahan limbah tinja tersebut, dibangun oleh pihak Perumnas pada tahun 1978-1979 dengan sistem oksidasi yang berjumlah delapan unit kolam dengan luas total sebesar 44.544,4 meter persegi. “Selain perlunya revitaliasi, ke depan kami berencana juga akan membangun IPLT tambahan. Hal ini diperlukan, sehingga mampu melayani seluruh warga dan pemenuhan kebutuhan dasar warga Kota Tangerang,” pungkasnya.

Masih kata Purnawan , idealnya ada tiga atau empat IPLT di Kota Tangerang. Namun, saat ini pihaknya masih terkendala soal pengadaan lahan. Seperti diketahui, lahan kosong di Kota Tangerang saat ini sudablh sangat sulit didapat. “Salah satu solusinya yaitu kami tengah mengembangkan program IPAL komunal yang diharapkan mampu menjawab persoalan sanitasi dan air bersih di Kota Tangerang,” pungkasnya. (ADV)