Banten

Tak Lakukan Perjalanan ke Luar Negeri, 3 Warga Tangsel Positif Covid-19 Varian Omicron

Administrator | Rabu, 12 Januari 2022

Gambar Ilustrasi

TANGSEL, (JT) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, menerangkan hanya ada satu dari empat orang warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 pasca melakukan perjalanan luar negeri dari Amerika Serikat. 

"Kasus Covid-19 Varian Omicron di kota Tangsel, sebanyak 4 kasus positif Omicron. 1 kasus berasal dari perjalanan luar negeri dan tranmisi local," jelas Alin Hendarlin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Selasa (11/1/2022).  

Dia menegaskan, satu warganya yang terkonfirmasi omicron karena melakukan perjalanan luar negeri itu adalah seorang wanita berusia 34 tahun. Sebelumnya wanita tersebut, terbang ke Amerika Serikat sejak 3 Desember 2021 dan kembali ke Indonesia pada 22 Desember 2021. 

"Langsung pulang dan transit ke Dubai tanggal 21 Desember. Selama 11 jam hanya di lingkungan Bandara Dubai dan tiba di Soekarno-Hatta tanggal 22 dengan hasil Swab PCR negatif," jelas Alin.

Karena hasil tes negatif itu, WNI asal Tangsel itu kemudian menjalani karantina di Hotel kawasan Thamrin, Jakarta selama 10 hari. Namun, pada hari ke 9 isolasi di hotel, wanita WNI tersebut malah positif Covid-19 dari hasil tes Swab PCR tanggal 30 Desember. 

"Dikarenakan pihak hotel tidak menerima karantina yang positif Swab PCR, maka di rujuk ke RS Ciputra Garden, Dekat bandara Soekarno Hatta pada tanggal 31 Desember 2021 di jemput dengan Ambulance. Di RS Ciputra Green Garden, rencana isolasi selama 10 hari, dan sampai saat ini pasien masih karantina di RS tersebut," jelas dia. 

Sementara di luar satu wanita warga Tangsel itu, Dinkes Tangsel, juga menerima laporan adanya 3 kasus transmisi lokal yang dipastikan positif varian Omicron

"Tiga kasus transmisi lokal ini menambah jumlah kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia. 2 diantaranya merupakan suami istri yang tidak ada riwayat perjalanan luar negri, pasien tersebut awalnya kontak erat dari pasien positif dari salah satu rekan kerjanya. Dari hasil swab keluarganya diketahui isitri positif PCR dengan varian Omicron," ungkap dia.

Kasus selanjutnya, kata Alin adalah pria berusia 60 tahun dengan tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

"Awalnya pasien mengeluh meriang kemudian pada 30 Desember 2021 pasien di tes RDT Antigen hasil positif, kemudian pada tanggal 4 Januari 2022 di swab di RS Pelni Jakarta Pusat. Tracing terus kami lakukan sampai saat ini, mengingat yang bersangkutan banyak melakukan aktivitas. Artinya, kita harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien di antara nya di lingkungan tempat kerja," ungkapnya. 

Untuk antisipasi adanya lonjakan kasus Covid 19, Dinkes Tangsel, kata Alin sampai saat ini masih menyediakan tempat isolasi terpusat Rumah Lawan Covid dengan 300 tempat tidur untuk pasien tanpa gejala dan gejala ringan

"Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan juga sudah mempersiapkan Rumah sakit Serpong Utara dan Rumah Sakit rujukan lainnya untuk pasien yang bergejala," jelas dia. (HAN)