HUKRIM

Tak Kantongi SIKM, Kendaraan Tujuan Jakarta Diminta Putar Balik

Administrator | Selasa, 02 Juni 2020

Sejumlah personel Polda Banten menjaga ketat cek point di Gerem Atas Kota Cilegon. Bagi pengendara yang tidak mengantongi SIKM langsung diminta putar balik kendaraan.

CILEGON, (JT) - Adanya Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 yang melarang warga dari luar yang masuk ke wilayahnya tanpa memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM). Guna mencegah masuknya warga daerah ke Jakarta, Personel Ditsamapta Polda Banten lakukan memeriksa setiap kendaraan yang akan mengarah ke DKI Jakarta di Pos Penyekatan Gerem, Kota Cilegon, Senin (01/06/2020).

Dirsamapta Polda Banten AKBP Noerwiyanto kepada awak media mengungkapkan, kegiatan ini untuk mendukung pemerintah pusat menghadapi diberlakukannya New Normal. Polda Banten memperketat jalur-jalur yang mengarah ke Jakarta.

"Ya benar, personel Ditsamapta Polda Banten bersama personel Ditlantas Polda Banten melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan menuju ke Jakarta. Personel memeriksa apakah pengendara memiliki persyaratan yang telah ditentukan, seperti SIKM dan surat bebas Covid-19," ucap Noerwiyanto.

Ia menambahkan, jika ditemukan ada pengendara yang tidak memiliki persyaratan itu, maka pengendara akan disuruh putarbalik oleh personel yang bertugas.

Selain melakukan pemeriksaan, personel Ditsamapta Polda Banten juga memberikan himbauan.

"Personel juga menyampaikan himbauan kepada pengendara R4 atau lebih agar mengatur posisi duduk serta jumlah penumpang sesuai prosedur penanganan Covid-19. Personel juga menyampaikan himbauan kepada pengendara dan penumpang agar menggunakan masker guna terhindar dari Covid-19," terang Noerwiyanto.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di kehidupan yang baru ini.

"Dalam fase kehidupan yang baru ini (New Normal) saya mengajak semua masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada agar terhindar dari Covid-19 dan aktivitas bisa berjalan normal kembali," tutup Edy Sumardi. (MAN)