Banten

Soal Longsor di Milenium, DPRD Kabupaten Tangerang Segera Panggil Dinas Terkait

Administrator | Rabu, 09 November 2022

PANONGAN, (JT) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, menuding lemahnya pengawasan Pemerintah daerah pada pengembangan kawasan industri Milenium menjadi penyebab 6 rumah longsor dan terputusnya akses jalan di Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Sampai saat ini, 17 Kepala Keluarga terdampak longsor tersebut, belum mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, mengaku akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait atas kerusakan lingkungan yang terjadi imbas pengembangan kawasan industri tersebut. 

"Ini bukan hanya sekedar bencana biasa, tetapi ada faktor lain dari pembangunan industri yang dilakukan Kawasan Millenium. Dalam waktu dekat kami akan memanggil semua pihak, baik itu pengembang maupun dinas terkait," kata Deden Umar Dani, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, dikonfirmasi Selasa (8/11/2022).

Setelah melihat lokasi terdampat itu, dia menuding bahwa kerusakan lingkungan yang menyebabkan terputusnya akses jalan masyarakat dan 6 rumah longsor itu, akibat masifnya pengembangan kawasan industri di lokasi. 

"Kami akan menghadap pimpinan untuk segera melakukan penjadwalan untuk memanggil pihak terkait dalam upaya menanyakan penanganan bencana longsor ini," terang dia. 

Deden mengaku, berdasarkan pengamatannya di lokasi longsor, kerusakan lingkungan yang menyebabkan longsor hingga merusak enam rumah warga dan terputusnya akses jalan itu, dipastikan karena adanya proses pembangunan yang dilakukan pihak pengembang. 

"Setelah melihat kondisi, ada beberapa bagian yang dilakukan pembangunan oleh kawasan industri terhadap bencana yang terjadi ini. Dan ini menyangkut keselamatan warga, kemudian disini juga ada aset pemerintah yang terdampak," jelas dia.

Dia juga menyesalkan upaya Pemkab Tangerang, yang dinilai lamban dalam menyelesaikan persoalan penting warganya. 

"Jangan hanya selesai memberikan tempat tidur saja, tetapi seharusnya pemerintah memikirkan penanganan rumah yang hancur, kemudian bagaimana penanganan kehidupan warga yang tidak normal karna musibah ini," ucapnya. (PUT)