HUKRIM

Sembunyikan Sabu di Kemaluan, WN Thailand Diancam 20 Tahun Penjara

Administrator | Jumat, 01 November 2019

Chencira, kurir sabu asal Thailand ini terlihat lesu, saat ungkap kasus penyelundupan sabu di Mapolres Tangsel.

SERPONG, (JT) - Wanita WNA asal Thailand yang diamankan Satuan narkoba Polres Tangerang Selatan, mengaku baru sekali bekerja mengantar paket narkoba ke Indonesia.

Dia diupah sebesar 30 ribu bath atau sekitar Rp14 juta dalam satu kali pengantaran barang haram narkotika jenis Shabu tersebut.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menerangkan, tertangkapnya pelaku WNA asal Thailand ini, merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya.

Dipastikan, pemasok narkotika yang berhasil diungkap hingga hari ini, merupakan jaringan internasional.

“Sementara kesimpulannya, adalah jaringan narkotika internasional. Dengan pengendali adalah orang warga negara Thailand,” kata AKBP Ferdy Irawan, Kapolres Tangsel, Kamis (31/10/2019).

Diterangkan Kapolres, pelaku Chencira berperan sebagai kurir, yang mengakui tahu akan mengirimkan narkotika ke Indonesia melalui jalur udara.

“Pelaku diamankan di hotel kawasan Benda, Kota Tangerang, dekat Bandara. Dari tangan pelaku, Polisi menyita hampir 300 gram sabu, yang disembunyikan di dalam kemaluannya.

Selamjutnya, dari penangkapan Chencira, Polisi mengarah ke suatu kamar hotel di kawasan Cinere, Depok. Di tempat itu, Polisi mengamankan 4 pelaku pria dengan barang bukti ganja sebanyak 1,5 kilogram dan shabu.

Dari kelima tersangka, Polisi mengamankan 1.5 kilogram ganja, 283,79 gram shabu, handphone dan paspor WNA atas nama Chencira Aehitanon.

Atas perbuatan ke lima tersangka, 4 pria dan satu WNA Thailand, Polisi menyangkakan kelimanya dengan pasal 114 ayat 2 pasal 112 ayat 2 Uu Narkotika RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.

“Empat orang tersangka lain yang diamankan adalah Dimas, Hambali, Heri, Awi dengan barang bukti ganja 1,5 kilogram. Mereka ditangkap dikawasan Depok,” ucap Kapolres.

Ferdy memastikan, jaringan narkoba internasional itu, dikendalikan oleh WN Thailand.

“Jadi ini jaringan internasional, dengan keterlibatan WN Thailand yang di sana dan WN Thailand juga yang saat ini DPO dan tinggal di Indonesia. Dia ini pengendalinya,” terang Ferdy. (HAN)