Banten

Sejumlah Pabrik dan Gudang di Pakuhaji Belum Kantongi Izin

Administrator | Jumat, 10 November 2017

PAKUHAJI - Tim gabungan Pemkab Tangerang menggelar sidak di wilayah pergudangan di wilayah Kecamatan Pakuhaji, Kamis (9/11/2017). Tim tersebut melihat kelengkapan perizinan dan non perizinan yang dimiliki Pergudangan, Pabrik dan Ruko.

Pabrik, Gudang dan Ruko yang di sidak yaitu pabrik karung (plastik) PT. DNU Duta Negara Utama, Pabrik Korek Gas PT. Karya Sukses Mandiri, Gudang petasan PT. Talenta Inti Mandiri, Pabrik Kembang Api PT. Bima Sakti Indo Prama, dan Ruko di jalan Kalibaru pemilik PT. Siong Produksi Dufa.

Tim gabungan Pemkab Tangerang terdiri dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Disnakertrans, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Wasdal), Satpol PP, Humas Kabupaten Tangerang, Camat Pakuhaji, Kapolsek Pakuhaji, dan Danramil.

Kasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A pada DPMPTSP H. Agus Supriatna mengatakan, berdasarkan surat edaran Bupati Tangerang No. 560/4161-Um/2017 tanggal 30 Oktober 2017, perihal pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perusahaan. Terdapat pabrik-pabrik yang hingga saat ini dalam bentuk izin usaha, izin mendirikan bangunan, dan kelengkapan persyaratan izin lainnya belum dilengkapi.

"Kami minta kepada para pemilik pabrik dan gudang untuk segera melengkapi perizinan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Camat Pakuhaji Ujat Sudrajat mengatakan, pabrik, gudang dan ruko yang tidak memiliki IMB tersebut, sebelumnya sudah diberikan peringatan melalui berbagai macam teguran dan surat edaran. Terdapat pabrik-pabrik yang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), tanda bukti sewa-menyewa bangunan dan kelengkapan persyaratan izin lainnya.

Adapun hasil sidak Pabrik, Gudang dan Ruko tersebut, dengan berbagai macam kelengkapan persyaratan izin yang masih belum dilengkapi, diantaranya IMB masih belum ada dan belum diperpanjang, Tanda Bukti Sewa-menyewa Gudang tidak ada, Tidak bisa membuktikan kelengkapan persyaratan izin, Tidak memperhatikan aspek pengendalian Keselamatan dan kesehatan kerja, Terdapat limbahnya dialirkan ke sungai Cisadane, Upah minimum karyawan masih dibawah rata-rata, Tidak adanya standarisasi peraturan perusahaan, dan terdapat pabrik yang telah dikunci gembok dan berhenti dengan sendirinya tidak melakukan produksinya lagi.

"Pabrik, gudang dan ruko ini sudah kami peringati melalui surat edaran SP 1, bahkan diberikan keringanan waktu selama 1 minggu untuk menyelesaikan persyaratan IMB tersebut. Tetapi mereka tidak menghiraukannya, oleh karena itu kami terpaksa menghentikan dengan menyegel salah satu tempat bangunan tersebut, dan sisanya diberikan waktu 1 minggu untuk melengkapi kelengkapan persyaratan izinnya," ucapnya.

Dedi Sutardi selaku Kabid Wasdal pada Dinas Tata Ruang mengutarakan dalam sidak gabungan ini terdapat pelaksanaan pembangunan ruko yang distop. Ruko tersebut dihentikan pembangunannya dengan memasang plang stop pembangunan, dikarenakan tidak memiliki izin dan lokasinya berada di sepadan jalan dan sungai. "Ruko tersebut terletak di jalan Kalibaru Pakuhaji," terangnya.

Di sela-sela kegiatan sidak tersebut Kapolsek AKP Suyatno dan Danramil Kapten Raminto mengutarakan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Bupati Tangerang. pihaknya siap mendukung, mengawal, membantu mengamankan kegiatan sidak ini. "Sidak ini untuk meminimalisir terjadinya beresiko tinggi seperti kejadian kemarin yang berada di Kosambi, agar tidak terulang kembali," harap Danramil dan Kapolsek Pakuhaji. (PUT)