Politik

Sandiaga Uno Tanggapi Positif Pernyataan Jokowi Soal Politik Genderuwo

Administrator | Senin, 12 November 2018

Sandiaga Salahudin Uno

CIKUPA - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menanggapi positif pernyataan "Politik Genderuwo" yang dilontarkan Presiden Jokowi. Menurut Sandiaga, politikus gederuwo harus dienyahkan dari bumi Indonesia.

Sandiaga Uno mengaku enggan berkomentar negatif soal pernyataan "Politik Genderuwo" itu. Tapi kemungkinan yang dimaksud oleh Presiden Jokowi politik genderuwo itu yang berkaitan dengan ekonomi-ekonomi rente. Yang selama ini banyak terjadi mafia ekonomi.

"Saat ini banyak mafia pangan, mafia-mafia yang selama ini ada yang timbul sebagai genderuwonya ekonomi. Ini timbul akan menggerogoti ekonomi, sehingga ekonomi kita lemah tidak mandiri," terang Sandi, usai meyampaikan orasi politiknya di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (9/11/2018). 

Menurut Sandi, saat ini ekonomi Indonesia masih tergantung pada sektor eksternal. "Jadi genderuwo-genderuwo ini yang harus dienyahkan baik pada operator-operator ekonomi mapun politisi-politisi yang membekup kegiatan-kegiatan genderuwo ekonomi," tegasnya.

Sandi menambahkan, simbiosis yang harus kita patahkan, political politisi genderuwo dan para pelaku ekonomi yang gederuwo. "Ini peringatan dari bapak presiden. Saya rasa kita harus ambil dari sisi poisitifnya saja," papar Sandi. 
Seperti dikutip dari Kompas.com, Presiden RI Joko Widodo melontarkan sebutan "genderuwo". Sebutan itu disematkan Jokowi untuk para politikus yang tidak beretika baik dan kerap menyebarkan propaganda untuk menakut-nakuti masyarakat. Pasalnya, pada tahun politik seperti saat ini, banyak politikus yang pandai memengaruhi. 

"Yang tidak pakai etika politik yang baik. Tidak pakai sopan santun politik yang baik. Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran," kata Jokowi saat membagikan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018) lalu. (PUT)