HUKRIM

Rusak Sepda Motor Sendiri, AS Diancam 6 Tahun Penjara

Administrator | Sabtu, 09 Februari 2019

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan saat menggelar konferensi pers terkait pelaku pengrusakan sepeda motor.

SERPONG - Aksi pembakaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dilakukan AS (21) berbuntut panjang. Kini Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan dirinya sebagai tersangka pengrusakan dan penghilangan barang bukti, Jumat (8/2/2019). 

Sebelumnya, pemuda asal Kota Bumi, Lampung, itu sempat viral di media sosial (medsos) lantaran mengamuk sambil merusak sepeda motor Honda Scoopy yang ia kendarai saat ditilang Polisi. 

Kapolresta Tangsel, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, tim vipers Satreskrim dan Satlantas telah mengungkap tindakan pidana yang dilakukan AS.

"Saat mengemudikan kendaraannya pelaku tidak memiliki SIM, tidak dilengkapi STNK, juga tidak memasang plat nomor kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, dan melawan arus," terang Ferdy.

Menurut Kapolres Tangsel, pria 21 tahun asal Kota Bumi Lampung ini, juga telah melakukan perbuatan pidana menghancurkan kendaraannya yang didapat dari perbuatan ilegal. 

"Saat setelah tindakan tilang, tersangka merusak kendaraan bermotor yang ditumpangi bersama rekan wanitanya. Motor yang dirusak ini diduga hasil tindak pidana penipuan atau penggelapan oleh tersangka D yang saat ini DPO," ungkapnya.

Ferdy menambahkan, motor yang berada di tangan AS adalah kepemilikan Nur Ichsan yang menggadaikan motor berikut STNK kepada tersangka D, namun tanpa seizin pemilik kendaraan, dijual melalui sosial media seharga Rp 3 juta.

"Plat nomor kendaraan B 6395 GLW yang terpasang pada motor tidak sesuai dengan plat nomor yang dipakai yaitu B 6382 VDL yang dipasang setelah dibeli dari rekannya Endi melalui COD medsos," paparnya.

Tersangka AS mengaku menyesali perbuatannya di hadapan petugas sembari sungkem dan mencium tangan Bripka Oky, petugas Satlantas yang menilang dirinya.

"Saya Adi Saputra, memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Bapak dari Kepolisian karena perbuatan saya yang tidak terpuji, dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga berterimakasih kepada pihak Kepolisian yang telah menegur saya agar tertib berlalulintas dalam berkendaraan, dan semoga permohonan maaf saya dapat diterima," tandas AS. 

Akibat perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 263 KUHP, Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP atau 406 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (MDN)