HUKRIM

Ratusan Kura Kura Moncong Babi Dikembalikan dari Hongkong

Administrator | Senin, 27 Agustus 2018

BANDARA - Sebanyak 596 ekor kura-kura jenis moncong babi (Carettochelys insculpta) yang diselundupkan ke Hongkong, berhasil dipulangkan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta 24 Agustus 2018. Pemulangan satwa yang dilindungi ini merupakan hasil kerjasama pemerintah Hongkong dan Indonesia. 

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia mengatakan, ratusan ekor kura-kura langka yang merupakan satwa endemik dari Pulau Papua itu diselundupkan oleh seorang Warga Negara Indonesia (WNI) 12 dan 27 Januari 2018 lalu. 

“Ratusan kura-kura moncong babi itu, saat ditemukan pihak otoritas bandara Hongkong dalam kondisi hidup di dalam sebuah koper penumpang berinisial NA dalam rute penerbangan Jakarta-Hongkong,” Ujar Indra kepada wartawan dalam konferensi pers, Jumat (24/08/2018) petang.
 
Masih katanya, Kura-kura moncong babi ukuran 15 centimeter (cm) bisa berharga 15-20 dollar AS per ekor dan ukuran 35 cm bisa mencapai 550 dollar AS per ekor di pasar internasional. Kura-kura dewasa yang berukuran lebih besar bisa mencapai 1.500-2.000 dollar AS per ekor. 

“Kasus ini sudah disidangkan oleh pemerintah Hongkong, Sementara itu, pelaku dikenakan denda sebesar dua puluh ribu dolar Hongkong,” katanya.

Kura-kura moncong babi atau disebut juga labi-labi moncong babi hidup hanya di Papua Selatan (Indonesia), Papua Niu Gini selatan, dan Australia bagian utara. Di Pulau Papua bagian selatan, sebaran kura-kura moncong babi meliputi Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Bovendigoel, Mimika, Dogiyai, sampai ke Kaimana.

“Ratusan satwa langka ini akan dikembalikan ke habitat aslinya di Sungai Kao, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua,” tandasnya. 

Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi mengungkapkan, kura-kura moncong babi merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. 

“Status kura-kura ini vulnerable atau rentan dalam redlist International Union Conservation Nature (IUCN) dan masuk kategori appendix II,” jelasnya. 

Masih kata Djati, kasus penyelundupan satwa endemik Papua ini bukan kali pertama terjadi pada 2018. Sebelumnya, seorang pelaku berinisial NA ditangkap petugas Balai Penegakan Hukum KLHK wilayah Maluku, seksi wilayah III, Jayapura di Bandara Mopah, Merauke. 

“Saat ditangkap tersangka terbukti menyimpan 1195 ekor kura-kura moncong babi di dalam koper yang dibawanya. Pelaku mengaku akan memgirimkan ratusan satwa dilindungi itu ke luar negeri,” pungkasnya. (Feb)