Banten

Puncak Arus Mudik di Banten Terjadi pada H-4

Administrator | Jumat, 16 Juni 2017

SERANG - Gubernur Banten H. Wahidin Halim menggelar Rapat koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Banten dengan para Pimpinan Kepala Daerah. Rapat koordinasi ini digelar jelang kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (15/06/2017).

Wakapolda Banten Kombes Pol Aan Suhana mengatakan, Polda menggelar operasi Ramadniya Kalimaya-2017. Operasi pengamanan mudik tersebut didukung oleh Brimob, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4, sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+3 lebaran. Sehingga pada tanggal-tanggal tersebut, kendaraan bermuatan berat dengan lebih dari tiga sumbu dilarang melintas jalur utama pemudik.

Dalam operasi kali ini disediakan layanan montir mobile, satgas raicet mobile, layanan BBM mobile dan layanan Indomaret mobile. "Polda Banten siap mengatur dan menangani lalu lintas Jalan Raya Provinsi Banten. Saya meminta dukungan dari Polres di wilayah untuk membantu pengamanan wilayah titik rawan kemacetan," ujarnya.

Di sela-sela acara tersebut Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, kondisi saat ini di Kabupaten Tangerang masih cukup stabil dan aman. Harga dan stok sembako dan bahan pokok makanan pun cukup stabil dan aman. Hanya saja daging sapi sudah naik sekitar Rp 10 ribu dan bawang putih kurang ketersediaan dikarenakan daya saing jual beli.

Ruas jalan, irigasi, dan sungai-sungai kewenangan Provinsi yang berada di Kabupaten Tangerang masih banyak yang harus diperbaiki dan khususnya ruas Jalan Raya Serang menjadi yang konsen, mengingat ruas jalur tersebut digunakan para pemudik. Seperti ruas Jalan Raya Serang dari pasar Cikupa sampai Jayanti, keluar masuk Jalan Tol Bitung, Tol Cikupa, Tol Balaraja Barat dan Balaraja Timur serta pertigaan pasar Cisoka dibutuhkan pelebaran jalan dikarenakan jalur tersebut cukup padat.

"Kami sudah berupaya berkomunikasi dengan Polisi Lalu Lintas dan Dishub. Kabupaten Tangerang untuk mengurangi dan mengurai kemacetan," ucapnya.

Zaki menambahkan, Perlu adanya regulasi bersama mengenai trafik truk material batu dan pasir mengenai jaringan lalu lintas yang dilalui mobil tersebut harus dibatasi, perlu dibangunnya flyover jalan raya Cisauk dan di beberapa ruas jalan raya Serang. Bandara Soekarno Hatta perlu menjadi perhatian khusus, tempat rekreasi, dan agar penentuan lokasi tol Balaraja-Serpong bisa ditetapkan 2019.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengatakan, jalan-jalan provinsi harus lebih bagus dibandingkan jalan kabupaten, dan proses percepatan pembangunan ruas jalan provinsi yang berada di daerah akan ditekan agar bisa cepat selesai pengerjaannya.

"Tentunya untuk mengurai kemacetan dan menjaga masyarakat agar bisa aman dan nyaman mudik ke kampung halamannya masing-masing, harus saling berkoordinasi yang kuat dengan instansi terkait baik antara pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah. Semua masukan-masukan kepala daerah akan kami tampung dan menjadikan lebih konsen agar bisa cepat selesai pengerjaannya terutama di jalur arus mudik," harapnya. (PUT)