Banten

Puluhan Truk Terjaring Razia Dishub Kabupaten Tangerang

Administrator | Sabtu, 11 Mei 2019

Sejumlah kendaraan angkutan umum diberhentikan petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang untuk diperiksa kelengkapan perizinannya.

PASAR KEMIS - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang menggelar razia mobil angkutan barang di Jalan Raya Pasar Kemis, Jumat (10/5/2019). Hasilnya puluhan mobil terjaring razia lantaran tidak melengkapi perizinan dan membawa muatan yang overload sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
 
“Kita saat ini baru mulai, jadi jumlahnya masih sekitar puluhan kendaraan yang terjaring. Target kita adalah angkutan barang, angkutan orang, dan karyawan yang melanggar ketentuan, karena masih banyak angkutan yang berkeliaran membawa muatan yang overload atau over dimensi. Sehingga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Maka dari itu, kita akan menertibkannya agar tidak mengulanginya lagi,” ucap Dani Wiradana selaku Kepala Seksi Rekayasa Lalulintas Dishub Kabupaten Tangerang.

Selain memeriksa fisik kendaraan, kata Dani, Dishub yang dibantu oleh lima anggota Polsek Pasar Kemis dan 3 anggota Koramil 11 Pasar Kemis, juga memeriksa kelengkapan perizinannya. 

“Kami juga memeriksa kelengkapan perizinan seperti KIR, Surat Tanda Kendaraan (STNK), dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kita juga didampingi kepolisian dan Koramil Pasar Kemis. Jadi masing-masing kewenangan kita, bisa untuk menindak pelanggaran tersebut,” tandasnya.

Kepala Bidang lalu lintas Dishub Kabupaten Tangerang, Norman Daviq menambahkan, jika razia tersebut merupakan agenda rutin setiap harinya dengan lokasi yang berbeda-beda.
 
“Setiap 2 hari sekali kita akan pindah lokasi dan waktu razia juga tidak menentu, maksimal hanya 2 jam saja. Jika terlalu lama, maka para pengendara sudah tau jika ada razia, mereka tidak melintasi jalur yang ada razia. Saat hujan turun juga kita tidak melakukan razia, karena berbahaya untuk keselamatan para pengguna jalan lainnya,” ucapnya.

Norman berharap, agar para supir dan perusahaan yang memiliki mobil angkutan barang untuk mematuhi peraturan, seperti saat membawa muatan tidak boleh melebihi kapasitas. Termasuk melengkapi dokumen-dokumen izin operasional seperti KIR, SIM, dan STNK. 

“Saat membawa muatan tidak boleh sampai overload, karena bisa mengancam keselamatan penguna jalan lainnya,” pungkasnya. (SML)