HUKRIM

Puluhan Preman Terjaring Razia

Administrator | Senin, 12 Juni 2017

TIGARAKSA - Sebanyak 26 orang yang diduga preman, anak punk dan parkir liar diamankan polisi, Minggu (11/6/2017). Mereka terjaring razia Ramadhania 2017 karena dinilai meresahkan masyarakat Tangerang. Jajaran Polres Kota Tangerang menggelar Razia Preman secara serentak di seluruh wilayah hukumnya.

Dalam razia kali ini, 48 personil ditambah Jajaran Polsek gabungan yang diterjunkan untuk memperlancar kegiatan, demi terwujudnya situasi aman terkendali. "Selain ditingkat Polres, jajaran Polsek juga secara serentak melakukan operasi yang sama di wilayah hukum mashing-masing,” ungkap Kompol Jarkasih, Kabagops Polresta Tangerang kepada wartawan, Minggu (11/6/2017).

Dikatakan Jarkasih, razia ini dilakukan salah satunya untuk meminimalisir terjadinya kejahatan yang terjadi di berbagai wilayah hukum Polresta Tangerang. Dan juga untuk menekan terjadinya gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat di bulan suci Ramadhan.

Lanjutnya, Cipta kondisi aman adalah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dalam menjelang Operasi Ramadniya 2017, dengan sasaran premanisme, parkir liar, narkoba, gepeng, curas, curat dan tindak pidana lainnya. Untuk terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Razia akan dilakukan secara masif pada tempat-tempat umum seperti terminal, stasiun, tempat penjualan tiket dan pusat perbelanjaan. Saat pelaksanaan razia, Polisi berhasil mengamankan 26 orang yang diduga meresahkan masyarakat yakni, preman, parkir liar dan anak-anak punk.

Untuk puluhan orang yang diduga meresahkan masyarakat ini, kemudian didata dan diberikan pembinaan serta menulis surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang meresahkan ketertiban umum di Wilayah hukum Mapolres Kota Tangerang.

Dalam hal ini, rencana kegiatan akan berlangsung selama 9 hari mulai Minggu tanggal 11 Juni sampai dengan 18 Juni 2017. Dalam pelaksanaan kegiatan ini bekerja sama dengan instansi terkait.

"Razia akan dilakukan secara masif di tempat-tempat umum seperti terminal, stasiun, tempat penjualan tiket dan pusat perbelanjaan yang ada di wilayah hukum Polresta Tangerang," pungkasnya. (IRB)