HUKRIM

Puluhan Korban Penipuan Laporkan Okuum Pegawai ke Polisi

Administrator | Jumat, 23 Maret 2018

TIGARAKSA - Seorang oknum pegawai Pemkab Tangerang dilaporkan puluhan warga Jambe dan Panongan ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018). Oknum pegawai berinisial RFY ini menjanikan warga untuk menjadi tenaga honorer dengan memungut uang senilai Rp. 15-25 juta.

Salah satu korban penipuan oknum pegawai Imas Ristiana mengungkapkan, dirinya bersama pelaku merupakan teman sejak sekolah dasar. Warga Rancakelapa Kecamatan Panongan ini mengaku, dijanjikan bisa menjadi tenaga honorer di Dinas Kesehatan dengan membayar uang sebesar Rp25 juta.

Namun selama dua pekan ia masuk kerja, belum sekalipun ia menjalankan tugas di Dinas Kesehatan. Setiap hari ia datang ke DInas Kesehatan, hanya disuruh untuk mengisi absensi di halaman parkir saja. Setelah itu, ia disuruh pulang kembali dengan alasan belum ada tugas yang bisa dikerjakan.

"Selama dua pekan saya diminta bolak-balik ke Dinas Kesehatan, sementara saya tidak jelas kerjanya sebagai apa," ujar Imas kepada jurnaltangerang.co.

Menurut lulusan D3 kebibadan di salah satu kampus Jakarta ini, dirinya hingga kini tidak menerima surat keputusan (SK) secara resmi. SK pengangkatan sebagai honorer tidak bisa diambil dengan alasan belum distorkan ke instansi terkait. Ia hanya ditunjukkan bahwa SK sudah ada dan tidak bisa dicopy untuk dipegang pemiliknya. 

"SKnya cuma bisa ditunjukkan saja, disana terlihat ada tandatangan kepala dinas, tapi saya tidak tahu itu asli atau palsu," terangnya.

Korban penipuan pegawai honorer lainnya Rusnia Ningsih mengungkapkan, dirinya mengenal pelaku dari kakak sepupunya. Setelah itu, dirinya diarahkan untuk menjadi tenaga honorer di gedung Setda Pemkab Tangerang dengan membayar uang sebesar Rp 15 juta.

Ironisnya hingga dua pekan ia datang ke kantor Bupati, tidak pernah pasti ia bekerja di bagia apa. Ia hanya diminta mengisi absensi oleh pelaku di ruang loby lantai 3 Gedung Setda Pemkab Tangerang. Setelah itu ia diminta pulang dengan alasan pimpinan lagi rapat dan alasan lainya.

"Saya sendiri bingung harus mengerjakan apa, toh saya sendiri tidak pernah ditempatkan di salah satu ruangan untuk bekerja," ujar Ningsih.

Pengacara korban penipuan Jefri Santoso mengungkapkan, setelah didata ternyata ada sekitar 20 orang yang sudah tertipu oleh oknum pegawai Puspemkab Tangerang ini. Maka dari itu, para korban berkumpul dan melaporkan pelaku ke Satreskrim Polresta Tangerang.


"Saya serahkan kasus ini kepada penegak huku untuk diproses sesuai aturan yang berlaku," ujar Jefri Santoso. (PUT)