Banten

Polresta Tangerang Terjunkan Ribuan Personel Amankan Pilkades Serentak

Administrator | Rabu, 27 November 2019

Ribuan personel polisi disiagakan jelang pelaksnaan pilkades serentak 1 Desember 2019 mendatang.

TIGARAKSA, (JT) - Sebanyak 1.840 personel Kepolisian Resort Kota Tangerang, disiapkan dalam mengamankan kampanye Pemilihan Umum Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Tangerang.
Para petugas Kepolisian yang disiagakan dalam pelaksanaan Kampanye ini, dilarang membawa senjata api dalam setiap pengamanannya.

Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, pengamanan kampanye Pilkades mulai berlaku sejak Senin (25-27/11/2019).

"Anggota yang berjaga di desa dilarang membawa senjata api atau yang berpeluru tajam," tegas Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi saat Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilkades dalam Operasi Gemilang Kalimaya di Lapangan Maulana Yudhanegara, Senin (25/11/2019).

Ade memastikan, pasukan yang disebar untuk 92 desa dengan 363 calon kades itu tidak membawa senpi. Hal itu, kata dia, setelah memeriksa langsung barang bawaan anggota yang akan bertugas pengamanan. Pihaknya, juga akan memeriksa kembali aturan pelarangan membawa senpi saat pengamanan kampanye ini.

Ditegaskan dia, pasukan pengamanan jajaran Polresta Tangerang yang diterjunkan untuk mengamankan masa kampanye sebanyak 1.840 personel, yang terdiri dari 340 personel Polsek, 352 personel polres, 848 BKO Polda Banten, dan 300 personel Brimob.

"Skema pengamanan 1 desa dijaga 17 polisi. Sedangkan brimob tiap polseknya 1 pleton atau 30 anggota," kata dia.

Ade membeberkan, saat bertugas personel diwajibkan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat. Hal itu, agar anggota dapat mengenal lingkungan tugas dan dapat memetakan persoalan dengan cepat. Sehingga upaya deteksi dini dapat berjalan dengan baik.

"Prinsipnya mengedepankan sikap humanis. Karena yang dijaga masyarakat yang akan menggelar hajat demokrasi," kata dia.

Sementara tokoh pemuda Kemuning, Muhamad mengatakan, masa kampanye calon Kepala Desa hari pertama di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sudah diwarnai politik mie instan.

Dia mengaku, para relawan dan pendukung dari salah satu kandidat Kades menggunakan cara curang, untuk merebut suara masyarakat.

"Baru hari pertama kampanye, salah satu tim paslon telah berbuat curang. Jelas tim calon, membagi-bagikan paket mie instan kepada masyarakat, sambil memberikan contoh kertas suara bergambar calon yang direkomendasikan," ucap Muhamad.

Dia dan masyarakat Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang lainnya berharap Panitia pengawas bertindak tegas.

"Panwas harus tegas, harus berani menindak. Dan jangan malah berpihak," tegas Muhamad. (PUT)