HUKRIM

Polisi Bekuk 4 Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Administrator | Selasa, 06 November 2018

kasus pemerkosaan anak di bawah umur (gambar ilustrasi)

CISOKA - Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Kasus memilukan itu terjadi di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Rabu (31/10/2018) lalu.

NN (14) menjadi korban tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Kasus pemerkosaan ini dilakukan para tersangka berinisial MF (16), AN (18), NA (25) dan AM (23). Keempat pelaku pun kini mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Cisoka.

Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti mengungkapkan, kasus pemerkosaan terhadap korban NN telah direncanakan sebelumnya oleh dua tersangka adik-kakak, yakni AN dan AM.

Kata Kapolsek, korban yang masih duduk di kelas 2 SMP itu dijemput oleh pelaku AN dari rumah temannya. Saat itu, kata Kapolsek, korban diiming-imingi hendak diajak jajan makanan.

"Korban yang sudah mengenal pelaku pun tak menaruh curiga, sehingga korban mau diajak tersangka AN," ujar Kapolsek. 

Ternyata, lanjut Kapolsek, korban oleh pelaku bukan dibawa ke tempat jajanan, melainkan dibawa ke salah satu rumah kakak pelaku di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti.

"Di rumah itu, korban kemudian dicekoki minuman keras hingga mabuk," tambah Kapolsek.

Kemudian, kasus pemerkosaan itu dilakukan oleh keempat pelaku di rumah tersebut. Secara bergantian, mereka menyetubuhi korban yang masih di bawah umur hingga tak sadarkan diri.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan orang tua korban ke Mapolsek Cisoka, Kamis (1/11/2018). Tak butuh waktu lama, hanya dalam waktu 2 jam, para pelaku pun dibekuk di tempat berbeda.

Pelaku AN dan MF diamakan di rumahnya masing-masing, sementara pelaku NA dan AM ditangkap personel Polsek Cisoka di bawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Cisoka Iptu Sitta M Sagala dikawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang.

Ironisnya, dua diantara empat pelaku adalah pelajar SMA. Sementara yang dua lainnya adik-kakak yang juga merencanakan tindak kekerasan seksual tersebut. 

Keempat pelaku pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan akan menjeratnya dengan Pasal Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Ungdang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar rupiah," tandas Kapolsek. (PUT)