Banten

Pokja Wartawan Gelar Diskusi Festival Kesenian Tradisional dan Pesta Rakyat

Administrator | Senin, 04 Desember 2017

PANONGAN - Rangkaian kegiatan Festival Kesenian Tradisional Tangerang dan pasar rakyat yang dihelat Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Kabupaten Tangerang sejak Sabtu (4/11/2017) di Mardi Gras, Citra Raya, Panongan, ditutup dengan diskusi publik, yang bertajuk "Kabupaten Tangerang dalam Bingkai Budaya dan Dekadensi Moral" berlangsung di sport center Citra Raya.

Hadir dalam acara tersebut, Lima narasumber didaulat dalam diskusi, yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang Yuhrizal, Kasat Resnarkoba Polresta Tangerang Kompol Sukardi, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), M Mahtuh, Kasie Kesiswaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan, Chairil Apriliana dan Ketua Taman Baca Masyarakat, Andri Gunawan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang Yusrizal menjelaskan, dalam gerakan literasi di Kabupaten Tangerang perlu ditumbuhkembangkan.

"Melalui perpusatakaan dan taman bacaan masyarakat terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat," kata Yusrizal.  

Lanjut Yusrizal, Karena budaya membaca masyarakat di Kabupaten Tangerang masih rendah terlebih saat ini gadget dan media sosial terlanjur merangsek ke tengah masyakat.

"Budaya membaca ini sangat penting karena membaca harus menjadi peradaban," paparnya.

Sementara Kompol Sukardi menambahkan, merasa prihatin dengan tingkat penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda. Dijelaskannya, dari serangkaian kasus yang berhasil diungkapnya, sebagian besar pelaku adalah dari kalangan anak muda.

Ia menegaskan, soal narkoba harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dari aspek pencegahan. Pasalnya yang menjadi tren saat ini adalah penggunaan obat keras bahkan Narkoba sudah menjadi trend buat anak muda jaman NOW.

Ia mengajak semua pihak untuk membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, karena merusak generasi penerus bangsa.

"Kalau ada penyalahnaan narkoba segera laporkan ke kami," tambahnya yang juga berbagi nomor ponsel kepada peserta.

Widi Hatmoko, Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan rangkaian kegiatan festival dan pasar rakyat digelar berangkat dari keprihatinan Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang dengan kondisi geliat kesenian di kota 1001 industri.

"Kegiatan ini juga sekaligus sebagai pemetaan kelompok kesenian mana saja yang masih ada di Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Ia berharap, pasca kegiatan itu, Pemkab Tangerang benar-benar memperhatikan berbagai komunitas kesenian yang ada, karena dari sisi peluang, semestinya kesenian di Kabupaten Tangerang bisa berkembang.

"Sekarang tinggal difasilitasi oleh pihak Pemkab Tangerang, karena disini banyak peluang untuk mengembangkan kesenian," tukasnya. (IRB)