Banten

Pengelolaan Anggaran Pendidikan Harus Efektif dan Efisien

Administrator | Kamis, 14 Maret 2019

Pj Sekda Provinsi Banten Ino S Rawita memberikan penyampaian pada forum Renja Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendidikan.

SERANG - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Ino S Rawita meminta agar pengelolaan anggaran pendidikan dapat lebih efektif dan efisien. Penggunaan anggaran harus berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Pj Sekda saat membuka acara Forum Rencana Kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019, di SMK 2 Kota Serang, Selasa, (12/3/2019) lalu.

Pj Sekda menuturkan, forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi agar pada tahun 2020 mendatang, anggaran untuk pendidikan dan kebudayaan bisa porposional, merata dan bisa dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat Banten. Karena, pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, oleh karena itu dalam rangka mengelola pendidikan jangan tanggung-tanggung, bahwa pendidikan harus melayani semua lapisan masyarakat.

"Selagi menyusun anggaran, anggarkanlah dengan sebaik-baiknya, karena dengan besarnya anggaran akan mampu menaungi kebutuhan seluruh pendidikan yang ada di wilayah Banten," tegas Ino.

Pj Sekda menjelaskan, forum ini merupakan kesempatan yang baik bagi para pengawas, kepala sekolah, pejabat Pemprov Banten dan stakeholder membahas bagaimana penganggaran yang dilakukan tahun ini untuk tahun 2020. Termasuk membiayai program-program unggulan yang dibuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Banten dengan jajarannya yang nantinya akan dibicarakan dengan Komisi V DPRD. Ini harus benar-benar efektif dan efisien.

"Saya yakin dengan forum ini, bisa menyusun anggaran dengan baik. Dan selama anggaran yang diusulkan efektif dan efisien serta fokus kepada program yang akan dilaksanakan, saya kira Pemprov dan DPRD Banten akan mendukung sepenuhnya," tutur Pj Sekda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten E Kosasih Samanhudi melaporkan, kegiatan ini dihadiri 160 peserta dari dinas, badan, biro, organisasi profesi dan para stakeholder yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Dalam forum ini, isu strategis yang diangkat adalah tentang pendidikan dan kebudayaan, antara lain meliputi Revitalisasi pendidikan fokasi, link and match dengan dunia usaha, Sistem zonasi pendidikan, Pemajuan kebudayaan, Penguatan perbukuan, Pelatihan atau peningkatan kompetensi guru dan Pembangunan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. 

"Hasil dari diskusi ini akan dilaporkan menjadi bahan dalam melaksanakan Musrenbang tingkat Provinsi Banten," ujar Kosasih.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan. (PUT)