Banten

Pemkot Tangerang Fokus Bangun Infrastruktur Pendidikan

Administrator | Kamis, 13 September 2018

SDN Panunggangan 11 yang saat ini mash dalam tahap pembangunan (Foto Istimewa)

TANGERANG – Pemkot Tangerang mulai fokus benahi infrastruktur pendidikan dasar. Hal ini lantaran, ada beberapa gedung sekolah khususnya sekolah dasar (SD) yang dinilai sudah tidak representatif lagi untuk kegiatan belajar mengajar siswa.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang, Dafyar Elyadi R mengatakan bahwa pada 2018 ini, pihaknya membangun sebanyak 18 gedung SD dan 19 gedung lainnya direhabilitasi baik ringan maupun berat.  “Sesuai dengan arahan Walikota Tangerang, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya sekolah dasar akan jadi fokus serta prioritas kita,” ujar Dafyar.

Masih kata Dafyar,  pada 2019 mendatang ada sekitar 55 gedung sekolah yang akan dibangun serta direhabilitasi dan saat ini masih dalam tahap perencanaan. “Untuk sekolah yang saat ini belum direhab, kita (Perkim, red) harus menunggu usulan terlebih dahulu dari dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan Kota Tangerang,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Perencanaan teknis Dinas Perkim Kota Tangerang, Kadir mengungkapkan bahwa untuk pembangunan gedung sekolah pada Tahun Anggaran (TA) 2018 ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp116 miliar lebih. Sedangkan untuk perbaikan atau rehab berat maupun ringan anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,156 miliar.

“Ada empat gedung SD yang masuk dalam alokasi rehab berat, yaitu SDN Karawaci Baru 4, SDN Pinang 5 dan 8 serta SDN Belendung 3,” jelas Kadir.

Seperti diketahui sebelumnya, buruknya kondisi gedung SD di wilayah Kecamatan Karawaci, yaitu SDN Karawaci Baru 4 dan 6 menjadi sorotan dan membuat marah Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah yang beberapa waktu lalu melakukan sidak di sekolah tersebut. Orang nomor satu di Kota Tangerang itu bahkan memerintahkan pihak inspektorat untuk menegur pejabat dinas terkait yang terkesan tutup mata serta membiarkan hal tersebut.
“Kondisi seperti ini seharusnya jangan dibiarkan saja, kasihanlah anak-anak ini mau belajar,” ujar walikota ketus saat menggelar sidak beberapa waktu lalu. (ADV)