Banten

Pembangunan Alun-Alun Puspemkab Tangerang Molor

Administrator | Rabu, 04 April 2018

proyek alun-alun puspemkab Tangerang terlihat masih dikerjakan

TIGARAKSA - Pembangunan alun-alun di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang molor. Alun-alun yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 11,5 miliar di depan kantor Gedung Usaha Daerah (GUD) Kelurahan Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa ini ditargetkan selesai pada masa akhir jabatan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, 22 Maret 2018.

Pantauan di lapangan, proyek multiyears dari 2016-2017 dan 2017-2018 itu, hingga kini belum rampung. Bahkan masih terlihat semak belukar di lokasi pembangunan. Tak hanya itu, pembangunan dua gedung utama dan puluhan kantin juga belum kelar.  

Informasi yang dihimpun jurnaltangerang.co, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar pada tahap pertama ini dikerjakan oleh PT Priuk Sumber Mandiri dan PT Nine November Gemilang dengan waktu pelaksanaan 360 hari kalender. Sedangkan tahap kedua proyek ini dikerjakan oleh PT Ininnawa Presisi Kontruksi dengan nilai Rp 5,69 miliar.

Ketua Lebaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakar Nusantara Ridwan Rangkuti mengungkapkan, diduga proyek pengerjaan alun-alun dipindahtangankan dari pemenang lelang. Pengerjaan proyek alun-alun ini sudah beberapa kali ganti pelaksana, tapi tak kunjung selesai.

"Saya mendunga ada pemindahtanganan proyek alun-alun ini," ujar Rangkuti kepada jurnaltangerang.co.

Rangkuti juga menyayangkan pihak pemerintah yang tidak memberikan teguran kepada pelaksana proyek meskipun sudah lewat waktu pengerjaan. Padahal proyek ini sudah dua tahun anggaran dengan masa pengerjaan yang cukup panjang.

"Awanyakan proyek alun-alun ini selesai pada HUT Kabupaten Tangerang 27 Desember 2017 silam, tapi kok sampai hari ini tak kunjung kelar," ujar warga Tigaraksa ini.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangungan Kabupaten Tangerang Taufik Kemil menjelaskan, jika proyek pembangunan alun-alun Puspemkab Tangerang ini ditargetkan selesai pada akhir masa jabatan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pada 22 Maret 2018. Hanya saja karena ada kendala di lapangan, maka pengerjaannya diperpanjang dengan adendum atau perubahan perjanjian.

"Seharusnya sih selesai pada 22 Maret 2018, namun karena ada kendala maka kita perpanjang," ujar Taufik Kemil.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bangunan pada Dinas Tata Ruangan dan Bangunan Indra yang merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPKo) mengaku tidak tahu persis secara teknis proyek pengerjaan alun-alun ini. Yang jelas saat ini proyek bernilai belasan miliar rupiah itu masih terus dikerjakan.

"Saya tidak tahu persis kapan waktu penyelesaiannya, nanti saya harus cek dulu kontraknya," ujarnya sambil berlalu. (PUT)