Figur

PEMILU 2019

Marak Petugas Tidak Paham Tupoksinya

Administrator | Rabu, 24 April 2019

Oleh : Ahmad Suhud

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Tangerang telah melakukan pemantauan terhadap proses dan tahapan pelaksanaan pemilu serentak 2019 di berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang. Para Relawan KIPP yang bekerja melakukan pemantauan pada TPS yang ada, yang bekerja secara sukarela dalam untuk menwujudkan pemilu yang berkeadilan tanpa adanya kecurangan. 
 
Namun dalam hasil pemantauan yang berlangsung lebih dari satu hari tersebut, masih cukup banyak pelanggaran–pelanggaran yang terjadi, baik itu karena ketidak pahaman penyelenggara terhadap aturan pada tingkat KPPS atau Pengawas TPS ataupun dalam bentuk manajemen serta supervisi baik itu oleh KPU maupun BAWASLU. Kemudian juga ditemukan adanya pemilih yang tidak dapat mengunakan hak pilihnya karena ketidaktahuan KPPS akan jadwal kapan terakhir bagi pemilih yang punya C6 untuk menunaikan hak pilihnya.
 
Disisi lain, terhadap peserta pemilu yang semestinya mengutus atau menugaskan saksi-saksi dalam rangka mengawasi Proses Pemungutan dan Penghitungan suara pada tingat TPS, berdasarkan hasil pemantauan KIPP Kabupaten Tangerang kebanyakan tidak semua peserta pemilu mengutus saksinya, rata-rata pada setiap TPS tersebut terdapat 5-7 saksi saja. Tentunya dengan tidak lengkapnya peserta Pemilu menugaskan saksinya dapat dipertanyan akan keseriusan peserta pemilu dalam mengawal pemilu ini agar tidak muncul kecurangan, kesalahan baik itu karena faktor human error tau juga karena masalah teknis lainnya. 

Semestinya partai politik yang mempunyai basis anggota yang kuat menugaskan anggotanya sebagai saksi pada setiap TPS. Kalau memang partai tersebut memiliki anggota yang berkomitmen tinggi terhadap pemilu yang berkualitas. Menyikapi dugaan pelanggaran pada hari H tersebut sebagaimana terlampir, KIPP Kabupaten Tangerang menyampaikan hal-hal sebagai berikut : 

1. Selama Rabu 17 April 2019 masih ditemukan beberapa permasalahan terutama terkait kapasitas dan pemahaman anggota KPPS dalam pelaksanaan adanya petugas KPPS dengan memakai nama orang lain yang terjadi di TPS 018 Desa Taban Kecamatan Jambe. Pada saat proses penghitungan suara adanya beberapa petugas KPPS yang meninggalkan TPS yang terjadi di TPS 015 Desa Daru, Kecamatan Jambe. Akibatnya penandatangan form C 1 mengalami keterlambatan. Banyaknya TPS di wilayah Kabupaten Tangerang yang proses penghitungannya selesai di atas jam 12 siang dan hampir 24 lebih, pelaksanaan pemungutan suara, seperti di TPS 04 Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Jam 12 masih berlangsng penghitungan suara tesebut. 

2. Kehadiran saksi-saksi peserta Pemilu yang masih minim dan tidak lengkap menunjukkan surat mandatnya, peserta pemilu sepertinya tidak serius untuk bersama-sama mengawal proses pemungutan dan penghitungan suara.

3. Ketelitian penyelengara lebih ditingkatkan karena hasil pemantauan KIPP Kabupaten Tangerang masih adanya beberapa penyelenggara yang beum begitu memahami regulasi dan aturan sesuai dengan Undang-Undang No.7 Tahun 2017 terkait Pemilu 2019 dengan alasan sosialisasi yang kurang.

4. Pengawas TPS juga menjadi perhatian serius bagi Bawaslu. Sebab kebanyakan mereka tidak menguasai akan tugas, wewenang serta  posisinya sebagai pengawas. Seperti saat salah seorang saksi peserta melakukan tugas KPPS di TPS 03 di Desa Taban Kecamatan Jambe, pengawas TPS tidak melakukan tindakan.

5. Tidak adanya kertas sampling pemilih untuk foto caleg DPRD Kabupaten Tangerang di wilyah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. 

6. Lalainya KPSS dalam bekerja, sehingga adanya beberapa form kelengkapan terkait pemilu ada yang kurang dan ini menjadi catatan bagi KPU untuk kedepannya.

Demikian hasil Pemantauan KIPP Kabupaten Tangerang terhadap proses pemilu 2019.

Penulis Adalah Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Tangerang