Politik

KPU Kabupaten Tangerang Bakal Kembalikan Rp 20 M Sisa Pilkada

Administrator | Kamis, 22 November 2018

Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang Willy Patria

TIGARGAKSA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, dalam waktu dekat bakal mengembalikan uang sisa penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Dari total anggaran sebesar Rp 110 miliar, KPU hanya menghabiskan anggaran sekitar 90 miliar.

Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang Willy Patria mengatakan, pada penyelenggaraan Pilkada 2018 lalu, KPU banyak melakukan efisiensi-efisiensi. Selain alokasi anggaran tersebut tidak digunakan untuk PSU, KPU juga banyak melakukan efisiensi dari pengadaan barang cetakan maupun kelengkapan TPS dan efisiensi lainnya.

Menurut Willy, hal itu sangatlah lumrah terjadi. Sebab dari anggaran yang dialokasikan, biasanya terjadi penghematan-penghematan hingga 10-20 persen dalam pengadaan barang dan jasa. Bahkan ada beberapa pengadaan item barang yang terjadi penghematan hingga 50 persen atau lebih.

"Pada Pilkada 2018 ini banyak sekali terjadi SILPA. Itu bukan terjadi akibat salah penganggaran, melainkan banyak sekali terjadi efisiensi-efisiensi dalam balanja barang maupun jasa," ungkap Willy kepada jurnaltangerang.co, Rabu(21/11/2018).

Belum lagi menurut Willy, alokasi anggaran Pilkada sebesar Rp 110 miliar itu, semula dialokasikan untuk tahapan persiapan, tahapan pemilihan, tahapan PSU hingga penghitungan akhir. Sementara penyelenggaraan Pilkada 2018 di Kabupaten Tangerang berjalan lancar dan tidak terjadi PSU. Meskipun ada hanya terjadi di beberapa TPS saja seperti yang teradi di Gunung Kaler. itupun tidak menghabiskan biaya banyak.

"Setelah dilakukan penghitungan, anggaran Pilkada masih tersisa sekitar Rp 20 miliar lebih. Rencananya akhir bulan ini akan kami kembalikan ke Kas Daerah melalui pak Sekda," terang mantan Kasubag Anggaran KPU Kabupaten Tangerang ini.

Willy menambahkan, selain akan mengembalikan uang anggaran Pilkada 2018 ini ke kas daerah, pihaknya juga akan mengajukan bantuan hibah untuk pelaksanaan Pemilu 2019. Sebab alokasi dana dari APBN masih dirasa kurang untuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden mendatang.

"Kami akan coba mengusulkan sekitar Rp 1 miliar untuk bantuan hibah pemilu 2019. Mudah-mudahan dana itu dapat menunjang penyelenggaraan pileg-pilpres," tukasnya. (PUT)