HUKRIM

Kolam Renang STPI Curug Telan Korban Jiwa

Administrator | Senin, 03 Juli 2017

LEGOK - Dua warga Panongan tewas tenggelam saat bermain dan berenang di kolam renang Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Kedua anak tersebut bernama Siti Maesaroh (14) dan Rahma Oktaviani (14), warga Kampung Garudug RT 08/02 Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan.

Kanit Reskrim Polsek Legok, Polresta Tangerang Selatan, Ipda Nurbianto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya saat ini kasusnya sudah ditangani oleh Polresta Tangerang Selatan. Ipda Nurbianto menjelaskan, kedua korban tersebut awalnya bersama lima orang rekannya bersama-sama berenang di kedalaman 3 meter.
 
"Karena merasa sudah gede kedua korban bergandengan tangan tenggelam dan lepas ke dasar kolam dengan kedalaman 5 meter," kata Nurbianto kepada jurnaltangerang.co, Minggu (2/7/2017).

Hingga beberapa saat, Lanjut Nurbianto, kedua korban tak terlihat oleh rekan-rekanya.

"Akibat lengah pengawasan petugas akhirnya korban meninggal dunia dan diketemukan di dasar kolam renang," jelasnya.

Besar kemungkinan menurut Nurbiyanto, akibat lemahnya pengawasan petugas kolam renang, kedua anak itu berpindah ke kolam yang airnya lebih dalam dan langsung tenggelam. Beberapa saat kemudian salah seorang temannya melaporkan kejadian tersebut ke petugas. Lalu melakukan penyisiran dan diketemukan korban di dasar kolam renang. Korban diangkat dan dinaikkan ke pinggiran kolam renang, selanjutnya dilarikan ke klinik STPI. Karena masih libur Klinik tutup kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Kita Curug.
 
Kejadian itu menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat, begitu juga dimedia sosial. Warga sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, seharusnya ada pengawasan yang ketat dari pihak pengelola Kolam renang.
 
Tentunya ini pelajaran yang sangat berharga bagi pengelola ataupun pemilik, harus dilakukan pengawasan yang ketat agar anak-anak tidak berada di kolam yang lebih dalam. "Pihak pengelola kolam renang harus meningkatkan kedisiplinan kepada petugas penyelamat pinggir kolam renang agar semua anak yang sedang bermain terpantau. Bahkan tidak terjadi kembali kejadian seperti ini hingga makan korban jiwa," tandasnya. (IRB)