Nasional

Kinerja Keuangan Sangat Baik, AirNav Raih BUMN Awards 2018

Administrator | Jumat, 28 September 2018

JAKARTA - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia mendapatkan penghargaan dalam ajang Infobank 9th BUMN Award 2018 kategori BUMN, dengan predikat BUMN "Sangat Bagus" atas Kinerja Keuangan Tahun 2017 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Hendroyono Sebagai Direktur Keuangan AirNav Indonesia menerima pengharggan dengan rasa syukur atas terpilihnya AirNav dalam penghargaan yang bergengsi ini. “Ini membuktikan bahwa AirNav Indonesia telah mampu secara konsisten dalam menjalankan kinerjanya dan kita akan terus pertahankan dan tingkatkan prestasi ini” ujar Hendroyono usai menerima penghargaan oleh Info Bank sebagai BUMN berpredikat "Sangat Bagus" atas Kinerja Keuangan Tahun 2017.

Terdapat tujuh indikator kinerja keuangan yang dijadikan dasar penilaian pada rating BUMN. Ketujuh indikator itu adalah peringkat profil manajemen risiko, peringkat nilai komposit GCG, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.

AirNav merupakan salah satu BUMN yang berhasil memenuhi predikat sangat bagus dalam memenuhi indikator tersebut. Pencatatan kinerja positif tersebut ditandai dengan pertumbuhan penyaluran pendapatan yang tercatat meningkat dari sebesar Rp 2,52 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 2,78 triliun di tahun 2017.

“Pertumbuhan tersebut tentunya didorong dengan upaya perbaikan yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, sentralisasi proses analisa dan administrasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia” ujar Hendroyono.

Berbagai peningkatan kinerja keuangan tersebut telah mendorong pencapaian laba di tahun 2017 sebesar Rp457,36 miliar dengan total aset mencapai Rp5,20 triliun.

Berdasarkan PP No.77 tahun 2012 AirNav merupakan penyedia jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai dengan standar yang berlaku yang memiliki tolak ukur kinerja yang dilihat dari sisi safety dan harus mengikuti perkembangan dan standar yang diatur secara ketat dalam Civil Aviation Safety Regulation.

“Sebagai Perusahaan Umum yang bertujuan untuk meningkat pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav menjalankan Business Process dengan cara Cost Recovery. Oleh karena itu dengan pendapatan yang besar, AirNav juga memiliki nilai investasi yang sangat besar mencapai Rp2,10 triliun di tahun 2017” tambahnya.

Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tanggal 13 September 2012. Airnav Indonesia didirikan sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan bertugas menyediakan pelayanan navigasi penerbangan.

AirNav melayani navigasi penerbangan di 285 titik layanan di seluruh Indonesia. Selain itu, AirNav juga melakukan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah ruang udara negara lain. Luas ruang udara Indonesia adalah 1.476.049 NM, sementara AirNav melayani Flight Information Region (FIR) seluas 2.219.629 NM. (EPS)