Banten

KH. Manarul Hidayat ; Jika Memaksakan System Khilafah Indonesia Akan Bubar

Administrator | Kamis, 11 April 2019

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar terlihat hidmat saat Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1440 H/ 2019 M tingkat Kabupaten Tangerang digelar di Masjid Al-Amjad, Puspemkab Tangerang.

TIGARAKSA - Sistem Khilafah bukan ditolak di Indonesia melaikan tertolak. Kearena para pendiri bangsa sudah sepakat dengan sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. KH. Manarul Hidayat Dewan Pengawas Syari’ah MUI yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Almanar Azhari Jakarta mengatakan jika system negara Khilafah itu hanya tertolak. 

“Kalau kita dari NU bukan tidak setuju mengenai negara khilafah ini, hanya saja Khilafah di Indonesia itu tertolak karena kesepakatan dari pendiri bangsa yang menginginkan NKRI," ujar KH. Manarul Hidayat, saat Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1440 H/ 2019 M tingkat Kabupaten Tangerang digelar di Masjid Al-Amjad, Puspemkab Tangerang. 

Ia juga menjelaskan, jika system negara khilafah itu merupakan ajaran Islam yang pernah diterapkan oleh para sahabat Nabi hingga ke jamannya khilafah utsmaniah di Turki. Namun menurut Manarul untuk saat ini sudah tidak ada yang memakainya.

“Ya sebenarnya itu dulu pernah dipakai oleh para sahabat, terus jaman khilafah abbasiyah, khilafah ustmaniah, tapi sekarang kan sudah tidak ada yang pakai. Seperti Saudi Arabia sendiri yang tempat lahirnya Al-Quran memakai system kerajaan (monarki), dan sebenarnya negara itu bukan khilafahnya tetapi berdasarkan kesepakatan," jelasnya.

KH. Manarul juga menegaskan jika khilafah bukanlah sebuah ancaman untuk Kabupaten Tangerang dan juga Indonesia. Hanya saja untuk saat ini ide tersebut masih tertolak dan belum bisa diterapkan sebagai system negara. Karena jika dipaksakan memakai system khilafah, Indonesia akan bubar.

“Khilafah ini bukan sebuah ancaman, hanya di Indonesia masih tertolak karena Indonesia negara kesepakatan. Kalau dipaksakan negara Islam bisa bubar Indonesia, sebenarnya Islam itu dasarnya kemaslahatan umat, Al-Quran turun untuk ini, jadi Indonesia bukan menolak khilafah tetapi tertolak," tegasnya.

Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH. M. Ues Nawawi menambahkan, jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang sudah mantap dengan ide founding father yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI sudah pakem dan merupakan sebuah kesepakatan founding father kita, karena para pendiri negri ini bersepakat secara bersama-sama bahwa negara Indonesia bukan berlandasan agama tetapi berlandaskan Pancasila jadi negara Indonesia ini sudah final," ucapnya.

Ia juga menambahkan, jika ada hal-hal yang akan mengganggu NKRI dan dasar negar maka hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak baik, karena para pendiri negara bukanlah orang-orang biasa karena di dalamnya banyak para ulama yang ikut serta.

“Demikian hal-hal yang akan mengganggu terkait dengan NKRI dan dasar negaranya Pancasila, UUD 1945 itu akan menjadi hal yang buruk, karena para pendiri negeri ini tentu mereka bukan orang-orang biasa, di dalamnya termasuk para ulama," tambahnya. (SML)