HUKRIM

Kejari Tindaklanjuti Dugaan Kasus Peyimpangan Dana Desa

Administrator | Jumat, 08 Februari 2019

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Fariando Usman

TIGARAKSA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang masih mengkaji dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan sejumlah kepala desa (Kades). Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Kejari Tigaraksa juga akan meminta telaah dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). 

Kasi Intel Kejari Kabupaten Tangerang Fariando Rusman mengungkapkan, kasus itu sudah bergulir dan sudah dilaporkan ke kejaksaan. Pihaknya masih harus melakukan kajian-kajian hukum dan harus menghitung kerugian negera yang ditimbulkan oleh oknum kades.

"Mekanismenya kita serahkan dulu ke APIP dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Tangerang," ujar Feiando Usman kepada jurnaltangerang.co, saat ditemui usai penyuluhan hukum kepada kepala desa, lurah dan camat se Kabupaten Tangerang, di Gedung Serba Guna, Puspemkab Tangerang, Kamis (7/2/2019). 

Menurut Feriando, jika hasil kajian itu ada unsur kerugian negara, baru pihaknya akan menigkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Setelah itu baru akan ditetapkan tersangkanya. Sayangnya Feriando enggan menyebutkan kepala desa mana saja yang dilaporkan melakukan penyimpangan dana desa tersebut. 

"Inikan penegakan hukumnya masih berlanjut, jadi kami belum bisa menyebutkan kepala desa mana yang tersangkut hukum," tegasnya.

Sebelumnya diinformasikan, sekitar 80 kepala desa se Kabupaten Tangerang diduga melakukan penyimpangan dana desa. Kasus ini, selain sudah dilaporkan ke Inspektorat sebagai pengawas interal, juga dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang untuk diproses secara hukum. (PUT)