Banten

Kades Pasar Kemis Dinilai Langgar Perjanjian Dengan DLHK

Administrator | Rabu, 13 Maret 2019

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, DLHK Kabupaten Tangerang Budi Khumaidi.

TIGARAKSA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menilai Kepala Desa (Kades) Pasar Kemis telah melanggar perjanjian terkait pengelolan limbah. Kades yang sebelumnya berjanji tidak ada lagi pembakaran limbah dari PT Harvest Indo, ternyata dilapangan masih ditempukan pembakaran yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada DLHK Kabupaten Tangerang Budi Khumaidi mengatakan, Kepala Desa Pasar Kemis sudah melanggar perjanjian awal terkait persoalan limbah di Desa Sindang Panon dan Sindang Jaya yang disuplai PT. Harvest Indo melalui Haetomi selaku Kepala Desa Pasar Kemis sebagai pihak ke tiga.

Menurut Budi, menindak lanjuti persoalan pembakaran limbah di Kecamatan Sindang Jaya, pihaknya akan melakukan perjanjian dengan Haytomi sebagai penanggung jawab agar limbah tidak lagi dibakar.

“Malam minggu nanti kami dengan para pengepul yang diketuai oleh pak Haetomi selaku penanggung jawab juga sebagai Kepala Desa Pasar Kemis yang menyuplai limbah ke Sindang Jaya, akan melakukan perjanjian agar limbah yang ada tidak lagi dibakar hingga merugikan orang lain dan merusak lingkungan, “ ujar Budi, Rabu (13/3/2019).

Budi juga mengatakan jika perjanjian yang dilakukan nanti merupakan perjanjian yang ke dua kalinya, karena sebelumnya, Kades Pasar Kemis sudah berjanji akan memastikan para pengepul tidak akan membakar limbah plastik dan akan mengolah limbahnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Perjanjian nanti merupakan yang kedua kalinya, karena sebelumnya pak Haetomi sudah berjanji kepada kami akan memastikan para pengepul tidak membakar limbah dan mengolahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, “ tambahnya.

Ia menegaskan, jika nanti perjanjian yang ke dua dilanggar kembali, pihaknya akan menyerahkan kepada penegak hukum, karena sudah melanggar Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 pasal 98, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya yakni denda minimal 3 Miliar, maksimal 10 Miliar, dan hukuman penjara paling singkat 3 tahun paling lama 10 tahun.

“Jika mengingkari janjinya lagi, akan kami serahkan kepada penegak hukum, karena sudah melanggar Undang-undang RI Nomor 32 tahun 2009 pasal 98 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," tegasnya.

Sementara itu, Haetomi Kepala Desa Pasar Kemis, dan penanggung jawab Bumdes Mandiri Jaya Pasar Kemis serta sebagai pihak ke tiga pengolahan limbah PT. Harvets Indo, mengatakan dirinya akan memastikan agar para pengepul tidak lagi membakar limbah, karena dinilai sudah merugikan warga dan merusak lingkungan hidup.

“Intinya kami sudah menyepakati tidak akan membakar limbah lagi, dan saya juga sebagai penanggung jawab akan memastikan mematuhi ketentuan yang berlaku, “ ujar Haetomi. (SML)