Banten

Imbas Perang Rusia-Ukraina, Ribuan Karyawan Pabrik Sepatu Terancam di PHK

Administrator | Kamis, 10 November 2022

foto ilustrasi

TANGERANG, (JT) - Industri sepatu dan garmen di wilayah Kabupaten Tangerang, mengalami keterpurukan akibat perang Rusia-Ukraina, yang menyurutkan permintaan ekspor sepatu dan garmen ke belahan negara-negara di Eropa. 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang Rudi Hartono, mengharapkan kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja paska Pandemi Covid-19, tidak membuat industri garmen dan sepatu di wilayah Kabupaten Tangerang, memutus hubungan pekerjanya (PHK). 

"Jumlah pekerja (PHK tahun ini) melebihi 3000 orang. Sekarang sudah engga pandemi, di waktu pandemi di tahan-tahan tapi akhirnya jebol (PHK) ada juga yang seperti itu. Kita pemkab Tangerang, selalu mendorong jangan PHK, cari usaha-usaha yang bisa melanjutkan keberlangsungan industri," ungkap Rudi Hartono, Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Kamis (10/11/2022).

Rudi mengaku, sektor usaha sepatu dan garmen di Kabupaten Tangerang, adalah merk-merk ternama, yang produksinya berorientasi ekspor. Terutama diekspor ke pasar Eropa. 

"Di Tangerang banyak garmen dan sepatu, contohnya (pabrik) Cingluh dan KMK. Produk mereka dipasarkan ke luar negeri dan paling banyak di Eropa, dan ini juga berdampak terhadap perang Rusia-Ukraina," jelas dia. 

Dia menerangkan berdasarkan komunikasi dialog bersama pelaku usaha di Kabupaten Tangerang, terutama sektor usaha persepatuan dan garmen yang beroperasi di Kabupaten Tangerang, paling besar mengirim hasil produksinya ke negara-negara di Eropa. Sementara, dengan adanya embargo negara-negara Eropa terhadap Rusia, pasokan energi ke negara-negara Eropa dari Rusia disetop penuh. 

"Katanya, gudang-gudang di Luar Negeri, karena mendukung ke Ukraina, Rusia tidak menjual energinya ke Eropa. Minusnya warga Eropa sekarang tidak berfikir membeli sepatu, jadi buat beli makan saja," ungkap dia.

Dengan situasi saat ini dia mengharapkan perekonomian dunia bisa kembali pulih. Sehingga ancaman gelombang PHK di Kabupaten Tangerang, tidak akan terjadi. Karena di tahun 2022 ini, jumlah pekerja di PHK di Kabupaten Tangerang, berjumlah kurang lebih 3.000 orang. (HAN)