Banten

Dua Tahun Terakhir, Rakyat Miskin di Kota Tangerang Selatan Terus Meningkat

Administrator | Rabu, 13 Januari 2021

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan Achmad Widijanto, memberikan keterangan pers terkait meningkatnya jumlah warga miskin di wilayahnya.

SETU, (JT) - Tingkat kemiskinan di Tangerang Selatan, akibat Pandemi Covid-19 di tahun 2020 meningkat hampir 2,29 persen atau sebanyak 40.990 Kepala Keluarga (KK) dari jumlah total penduduk di Tangsel dibanding data tahun 2019 lalu.

Badan Pusat Statistik Kota Tangsel menyebutkan, angka kemisikinan di Tangsel, adalah yang terendah dibanding wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan kota /kabupaten lainnya di Provinsi Banten.

"Untuk angka kemiskinan se Provinsi Banten, Kota Tangsel mengalami kenaikan terendah sebesar 2,29 persen. Kemudian Cilegon terendah kedua untuk peningkatan angka kemiskinan di Banten pada hasil survei Maret tahun 2020," ungkap Achmad Widijanto, Kepala BPS Tangsel, kepada wartawan, Rabu (12/1/2021).

Achmad menjelaskan, data tersebut merupakan data yang diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang dilakukan BPS Kota Tangsel, pada bulan Maret tahun 2020 lalu.

Namun, jika dibandingkan data Survei periode yang sama tahun 2019 lalu. Angka kemiskinan di Tangsel hanya sebesar 29.190 atau naik 1,68 persen dibanding periode bulan Maret tahun 2018.

"Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Pendekatan ini, juga dapat menghitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk," jelas Achmad.

Achmad juga menyebutkan bahwa tingkat kemisikinan di Tangsel, juga terendah ke 4 secara nasional. Dari hasil prosentase tingkat kemiskinan kabupaten/kota terendah di tahun 2020 lalu.

"Setelah kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Sawahlunto yang masing-masing mengalami peningkatan angka kemisikinan antara 2,02 persen, 2,14 dan 2,16 persen pada tahun 2020 lalu berdasarkan data nasional," jelas dia. (HAN)