Banten

Diduga Pakai Rekanan Masuk Daftar Hitam Proyek PDAM TKR Dilaporkan ke Kejaksaan

Administrator | Jumat, 11 Januari 2019

TIGARAKSA - Proyek pengerjaan jaringan pipa distribusi PDAM Tirta Kerta Raharja menuai kritik. Proyek senilai Rp11 Miliar lebih ini dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, karena diduga menggunakan perusahaan yang masuk daftar hitam (blacklist).

Ketua Organisasi Penimbang Hukum (OPH) Andri Situmeang mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan pelaksana proyek Pekerjaan Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi diameter 200 mm (Kelapa Dua–sport Center) Berikut Inline Pump Kapasitas 30 L/S H=40 M di jembatan Pipa (Jalan Imam Bonjol/Gang Baso). Surat laporan Nomor 12/OPH-12/12/2018 ini dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang pada tanggal 14 Desember 2018 lalu.

"Pemenang proyek ini PT Sartonia Agung yang beralamat di Jakarta. Informasi yang kami peroleh perusahaan tersebut telah masuk daftar hitam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP)," terang Andri kepada wartawan.

Menurut Andri, hasil investigasi Organisasi Penimbang Hukum, ditemukan bahwa PT Saritonia Agung masuk daftar hitam berdasarkan penetapan SK yang dikeluarkan LKPP setelah perusahaan ini gagal memenuhi target pembangunan Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Bali pada April 2018 lalu.

Pemutusan kontrak pekerjaan di Bali itu, bersamaan dengan penandatanganan kontrak proyek pipa distribusi air ke Kelapa Dua antara PT Santoria Agung dan PDAM TKR Kabupaten Tangerang. Selain gagal memenuhi kontrak, Sartonia Agung juga mangkir dalam membayar gaji para pekerjanya.

"Bagi kami hal ini menjadi presenden buruk bagi kredibilitas PDAM TKR sebagai penyedia jasa layanan publik. Penyediaan air bagi warga Tangerang dan sekitarnya tentu harus diimbangi dengan penyelesaian infrastruktur yang tepat waktu. Kami berharap agar program pembangunan daerah ini tidak dicederai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tegas Andri.

Ditemui terpisah Dirut PDAM TKR Rusdi Mahmud mengungkapkan, pihaknya sudah menjalankan proses lelang pekerjaan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. Adapun informasi adanya perusahaan tersebut masuk daftar hitam LKPP itu perlu di kroscek ulang.

"Kami akan kroscek ulang. Tapi menurut pelaksana lelang kami (PDAM TKR-red), saat dilakukan lelang tidak ada masalah. Infromasi itu didapat setelah proses pekerjaan selesai," terang Rusdi Mahmud kepada wartawan.

Menurut Rusdi, nanti bisa dibuktikan, kapan proses blacklist (daftar hitam itu dilakukan pihak LKPP dan kapan lelang itu diproses. "Nanti tinggal kita adukan saja datanya," tegas Rusdi Mahmud.

Yang pasti menurut Rusdi, pihak PDAM TKR telah menerima hasil pekerjaan pelaksana proyek Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi diameter 200 mm (Kelapa Dua–sport Center) Berikut Inline Pump Kapasitas 30 L/S H=40 M di jembatan Pipa (Jalan Imam Bonjol/Gang Baso) itu sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. (PUT)