Banten

Diduga Belum Kantongi Izin, Peleburan Alumunium Beroperasi Puluhan Tahun

Administrator | Senin, 07 Juni 2021

Seorang pekerja di pabrik peleburan alumunium Kp Bojong RT 02/02 Desa Kemuning, Kecamatan Legok, terlihat tengah menjalankan aktivias.

LEGOK, (JT) - Salah satu peleburan alumunium yang berlokasi Kp. Bojong RT 02/02 Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang diduga belum kantongi izin. Namun pabrik yang menghasilkan limbah padat dan debu ini bebas beroperasi tanpa ada penindakan.

Pantauan di lokasi, pabrik peleburan alumunium, yang sudah beroperasi puluhan tahun ini, terlihat tumpukan limbah padat ratusan karung. Belum lagi sebagian besar limbah padat dibuang langsung ke sawah di lingkungan sekitar. Selain itu, gumpalan asap sisa pembakaran dan debu limbah pabrik ini menyelimuti lingkungan sekitar.

Salah satu pekerja yang ditemui wartawan di lokasi Japra menuturkan, pabrik peleburan ini sudah beroperasi sejak puluhan tahun silam. Pabrik peleburan alumunium ini sudah mengantongi surat izin dari desa setempat berupa surat keterangan domisili dan surat keterangan usaha (SKU).

"Soal perizinan saya kurang paham pak, yang saya tau pabrik ini mengolah bahan abu menjadi lempengan logam alumunium," ujar Japra yang mengaku sebagai mandor pabrik.

Japra menjelaskan, setahu dirinya pabrik ini sudah beroperasi puluhan tahun. Namun ia baru masuk ke sebagai mandor beberapa tahun belakangan ini. Ia hanya meyebutkan jika pabrik peleburan ini milik seseorang bernama Bambang.

"Saya tidak tahu persis, setahu saya pak Bambang pemiliknya," tandasnya.

Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang Dadang saat dikonfirmasi mengaku belum tahu soal perizinan pabrik peleburan alumunium itu. Secara fisik dirinya memang tahu ada aktivitas pembakaran dari bahan mentah menjadi alumunium di Kp. Bojong RT 02/02, namun secara perizinan dirinya tidak tahu pasti. 
 
"Saya sendiri tidak tahu apakah pabrik itu sudah mengantongi izin atau belum. Coba tanya langsung pemiliknya," tandas Bule, panggilan akrab Kades Dadang.

Sementara pemilik pabrik alumunium Bambang, saat dikonfirmasi wartawan tidak menjawab. Beberapa kali nomor HP dihubungi tidak ada jawaban. (Rong/Edi)