Banten

Derita Kanker Tulang, Marlinah Tergolek Lemas Andalkan Bantuan Warga

Administrator | Minggu, 14 April 2019

Marlinah (18) warga Gintung, Kecamatan Sukaidiri, Kabupaten Tangerang, penderita kanker tulang, tergolek lemas setelah kakinya diamputasi.

SUKADIRI - Hampir sebelas bulan, Marlina (18) warga Kampung Pulo, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, mederita kangker tulang. 

berawal sering lemes dan jatuh ketika jalan di saat berangkat sekolah dan pulang sekolah. Saat itu Lasih, orang tua dari Marlinah langsung memeriksa kondisi penyakit anaknya ke rumah sakit dan dinyatakan menderita penyakit kanker tulang.

Januari 2019, Marlinah baru diamputasi kaki bagian kanannya dan mendapatkan perawatan selama satu bulan enam hari di RSUD Kabupaten Tangerang. Setelah diamputasi kaki kanannya, kini Marlinah merasakan sakit dikaki bagian kiri dan langsung kembali berobat.

"Sekarangmah masih berobat jalan dan kemotrapi, kalo kontrol tiga atau lima hari sekali. Untuk kemotrapi dilakukan satu minggu sekali," ujar Lasih kepada jurnaltangerang.co. 

Menurut Lasih, awalnya pihak keluarga merasa kebingungan setiap kali mau kontrol dan kemotrapi. Untuk biaya transportasi ke RSUD Kabupaten Tangerang saja kesulitan. Setelah kepala Desa mengetahui Marlinah sakit, syukur Alhamdulillah setiap kontrol ke rumah sakit menggunakan mobil desa.

"18 April besok, mau kemo lagi, mudah-mudahan ada perubahan kearah yang lebih membaik. Semoga Marlinah tidak mengeluh sakit lagi," tuturnya. 

Kepala Desa Gintung Sunarto mengungkapkan, kaitan Marlinah yang menderita kanker tulang, pihaknya secara pribadi maupun mewakili pemerintah desa sudah sering menjenguk melihat kondisi Marlinah. 

"Kami bersama staf desa didampingi jaro setempat sering melihat kondisi Marlinah. Kami juga memberikan bantuan akses pengobatannya dan akan terus memantau hasil pengobatannya," Kata Sunarto.

Dikatakan Sunarto, melihat keluarga Lasih yang sangat keterbatasan ekonomi, tentu kesulitan dalam melakukan pengobatan. Saat ini pihak desa secara rutin membantu pengobatan Marlinah. 

"Untuk biaya pengobatan memang mengunakan BPJS. Secara kemanusiaan maupun kedinasan kami sering menjenguk untuk memberikan suport kepada Marlina dan pihak keluarga. Semampu mungkin kami memberikan akomodasi untuk pengobatan," ucapnya.

Kepala desa mengucap syukur, karena saat ini banyak masyarakat yang peduli melihat kondisi Marlinah.

"Syukur Alhamdulillah belakangan ini banyak warga yang datang menjenguk kerumah Marlinah. Baik dari pihak pemerintah, guru-guru, rekan-rekan Marlinah dan dari lapisan masyarakat lainnya. Semoga saja dengan begitu bisa membantu keluarga agar lebih semangat dalam mengobati Marlinah," ucap Sunarto.

Kades juga berharap, segala pelayanan pengobatan Marlinah bisa lebih permudah dan mendapatkan pelayanan khusus agar proses penyembuhannya lebih baik lagi. 

"Mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan buat sakitnya Marlinah, dan pihak rumah sakit tidak merasa bosan untuk memberikan pelayanan pengobatannya,"  pintanya. (ARD)