Bisnis

Ciamik, 3 Tahun Reksa Dana Narada Saham Indonesia Hasilkan Return 78,28 Persen

Administrator | Rabu, 26 September 2018

JAKARTA - Pasar saham dan kondisi ekonomi makro nasional maupun global, boleh saja bergejolak. Namun urusan memberi cuan alias profit reksadana saham, PT Narada Aset Manajemen, tetap jawara.

Berdasarkan lembaga riset keuangan Bareksa, reksadana saham Narada Saham Indonesia (NSI), berada di posisi empat sebagai reksadana saham berkinerja ciamik untuk periode 3 tahun kategori reksadana saham dengan dana kelolaan Rp200 miliar hingga Rp1 triliun.

Bareksa mencatat, dalam kurun waktu tiga tahun, Narada saham Indonesia memberi imbal hasil alias return 78,28 persen, berdasar Nilai Aktiva Bersih (NAB) per 25 September 2018.  

Adapun dalam kurun waktu satu tahun, menurut hitungan Bareksa, memberi imbal hasil 43,58 persen. Sementara untuk Year to Date (YTD), per 25 September 2018, return mencapai 11,32 persen.  

Asal tahu saja, reksadana Narada Saham Indonesia, juga pernah diganjar sebagai Reksa Dana Saham terbaik versi Kontan dan Majalah Investor.

Vice President Marketing Communications PT Narada Aset Manajemen Jalaludin Miftah, menyampaikan, raihan reksadana NSI sebagai salah satu reksadana saham terbaik untuk kurun waktu investasi tiga tahun, menjadi bukti bahwa strategi pengelolaan investasi yang diterapkan perusahaan sudah tepat. Alhasil, imbal hasil untuk nasabah bisa maksimal meski situasi pasar tengah volatile dan pasar saham dalam kondisi masih bearishdimana IHSG masih di bawah 6.000.

"Narada tetap mampu memberi imbal hasil optimal, karena menerapkan pengelolaan dana investor secara profesional dan prudent. Penilaian Bareksa juga memberi pesan bahwa, masyarakat percaya dengan produk Reksa Dana Narada,” tegas Jalaludin, dalam Siaran Pers, di sela-sela perayaan HUT Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Rabu (26/9).

Hasil return ciamik itu mampu diraih karena tim riset Narada selalu menganalisa dan mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan market baik regional maupun global.  

Capaian return juga diraih dari penerapan strategi tepat dengan pendekatan fundamental dan teknikal. Serta melakukan manajemen risiko yang baik dalam pemilihan saham dan waktu yang tepat untuk beli atau jual saham. Narada optimis, tahun ini tetap dapat memberi imbal hasil maksimal ke investor.

“Tak lama lagi, berbagai produk reksadana Narada juga dapat dibeli secara online. Salah satunya melalui Bareksa. Sehingga semakin memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi reksadana,” ujar Jalaludin.

Ke depan, Narada juga akan merancang berbagai produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga, dengan semakin banyak produk, Narada berharap investor bisa lebih leluasa memilih produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter investasi masing-masing. Jalal menjelaskan, Asset Under Management (AUM) Narada juga terus meningkat. Ini artinya, respon investor terhadap produk Narada sangat bagus.  

O iya, Narada juga saat ini tengah bersiap dengan peluncuran beberapa Reksa Dana baru.

Di tengah pasar volatile, Narada sendiri untuk produk reksa dana saham yang ada maupun yang baru, optimis memberikan return yang optimal. Jika dilihat dari return yang mencapai 78,28 persen, maka rata-rata dalam 1 tahun sebesar 26 persen lebih.

Agar target kelolaan AUM tercapai, Narada kian gencar edukasi masyarakat pentingnya berinvestasi, khususnya di Reksa Dana, melalui berbagai event. Edukasi tak hanya dilakukan kepada investor ritel namun juga kepada investor institusi seperti dana pensiun, yayasan dan perusahaan. (PUT)