HUKRIM

Berniat Pakai Jasa PSK Online, Seorang Pria Jadi Korban Perampokan

Administrator | Sabtu, 25 Desember 2021

TANGERANG, (JD) - Bermula dari rencana memesan jasa Pekerja Seks Komersil (PSK) online, AF (46), pekerja swasta ini menjadi korban pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh 6 orang tersangka berinisial VP (44), JS (39), ZS (30), IM (42), A (40) dan E (40). 

Atas perbuatannya, korban mengaku kehilangan barang berharga berupa handphone, dompet dan mobil jenis MPV yang terparkir saat korban akan melakukan hubungan badan di sebuah hotel kawasan BSD, Tangerang Selatan. 

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanudin mengungkapkan, empat dari 6 orang yang ditetapkan sebagai tersangka telah ditahan di Mapolres Tangsel, sementara dua orang lain masih dalam pengejaran Polisi.

"Kami merilis pengungkapan tindak pidana pencurian dengan dilakukan 6 tersangka, 4 tersangka sudah diamankan dan dua orang suami istri dan dua lainnya kami tetapkan sebagai DPO," kata Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanudin, Jumat (24/12/2021).

Kapolres menjelaskan, aksi pencurian dengan modus pemesanan jasa seks online itu, bermula dari perkenalan korban AF terhadap seorang wanita berinisial VP (44).

"Awalnya korban berkenalan dengan wanita mengaku sebagai PSK lewat aplikasi Tantan, kemudian membuat janji untuk bertemu di sebuah hotel," jelas dia.

Dari pertemuan pertama di kamar hotel itu, VP yang berperan sebagai PSK memberikan minuman kopi yang dicampur pelaku dengan obat bius untuk diminum korban.

"Pelaku memberikan kopi yang dicampur obat, dikatakan pelaku itu obat kuat, selanjutnya korban sempoyongan dan tak baru sadar pukul 03.00 WIB," jelas dia.

Saat telah sadarkan diri, korban mendapati wanita tersebut, telah pergi meninggalkan korban dan merampas seluruh harta benda korban termasuk kunci mobil yang disimpan di dalam ruang hotel.

Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Tangsel. Berdasarkan pengakuan keempat tersangka, aksi komplotan itu sudah sering terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk di wilayah Tangerang Selatan.

"Sudah beberapa kali melakukan di wilkum Polres Tangsel dan wilayah Polda Metro Jaya, terhadap keempatnya dikenakan Pasal 363 tentang pidana pencuria dengan pemberatan dengan ancaman penjara 7 tahun," jelas Iman.

Kapolres menerangkan, komplotan itu beraksi melakukan pencurian dengan modus menawarkan jasa PSK, untuk memenuhi kebutuhan para pelaku. 

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebenarnya PSK hanya modus untuk menjerat si korban. Mereka memasang penawaran di aplikasi Tantan, mereka berkenalan dan sebelum melakukan persetubuhan korban dibuat pingsan," jelas Iman. (HAN)